Rabu, 03 September 2025

Mengajar atau Membuat Murid Belajar ?

 Mungkin kita sering mendengar istilah "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa." Ungkapan ini merujuk pada dedikasi seorang guru dalam mencerdaskan anak bangsa. Namun, di era pendidikan modern, peran guru tidak lagi sekadar mengajar. Guru kini harus bertransformasi dari sekadar penyampai ilmu menjadi fasilitator yang mampu "membuat murid belajar." Lantas, apa bedanya? Dan mengapa perubahan ini begitu penting?

Mengajar: Transfer Pengetahuan Satu Arah

Secara tradisional, proses mengajar sering dipahami sebagai transfer pengetahuan dari guru ke murid. Guru berdiri di depan kelas, menjelaskan materi, dan murid mendengarkan, mencatat, lalu mengerjakan soal. Dalam model ini, guru memegang kendali penuh atas proses pembelajaran. Keberhasilan diukur dari seberapa banyak materi yang berhasil disampaikan dan dihafal oleh murid. Pendekatan ini mungkin efektif untuk materi yang bersifat faktual, namun kurang optimal untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan kreativitas.

Membuat Murid Belajar: Kolaborasi Dua Arah

Sebaliknya, membuat murid belajar adalah sebuah pendekatan yang berpusat pada murid. Guru tidak lagi hanya menjadi sumber pengetahuan, melainkan perancang pengalaman belajar. Fokusnya bergeser dari "apa yang saya ajarkan" menjadi "apa yang murid saya pelajari." Guru berperan sebagai fasilitator, mentor, dan motivator yang membantu murid menemukan cara mereka sendiri untuk memahami dan menguasai sebuah konsep.

Contoh sederhananya, alih-alih menjelaskan secara langsung rumus matematika, seorang guru bisa memberikan masalah nyata yang membutuhkan solusi matematis tersebut. Murid kemudian diajak untuk berdiskusi, bereksperimen, dan mencari tahu rumus yang paling tepat secara mandiri atau berkelompok. Dalam proses ini, murid tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami mengapa rumus tersebut digunakan dan bagaimana mengaplikasikannya.

Pergeseran Paradigma yang Mendesak

Pergeseran dari mengajar ke membuat murid belajar bukan hanya perubahan istilah, melainkan sebuah kebutuhan mendesak di abad ke-21. Dunia kerja saat ini membutuhkan individu yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan berpikir inovatif. Kemampuan-kemampuan ini tidak bisa hanya didapat dari mendengarkan ceramah di kelas.

Ada beberapa alasan mengapa pendekatan ini lebih relevan:

  • Peningkatan Keterlibatan Murid: Ketika murid aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, mereka cenderung lebih termotivasi dan merasa memiliki tanggung jawab atas pembelajarannya sendiri.
  • Pengembangan Keterampilan Abad ke-21: Pendekatan ini secara alami melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas (dikenal sebagai 4C's).
  • Pembelajaran Bermakna dan Jangka Panjang: Ketika murid menemukan pengetahuan sendiri, informasi tersebut akan lebih mudah diingat dan dipahami secara mendalam. Pembelajaran tidak lagi hanya untuk tes, tetapi untuk kehidupan.

Transformasi Peran Guru

Transformasi ini tentu menuntut guru untuk beradaptasi. Guru perlu:

  • Merancang kegiatan interaktif yang mendorong murid untuk bertanya dan bereksperimen.
  • Menjadi pendengar yang baik dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
  • Memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, seperti penggunaan video, simulasi, dan platform pembelajaran daring.
  • Menciptakan lingkungan yang aman di mana murid tidak takut salah dan berani mencoba.
Pada akhirnya, guru yang hebat bukanlah yang bisa menjelaskan dengan paling rinci, melainkan yang mampu menginspirasi murid untuk penasaran dan mencari tahu. Tugas utama guru saat ini adalah menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan memberdayakan setiap murid untuk menjadi pembelajar seumur hidup. Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bagi seorang pendidik bukanlah, "Apa yang sudah saya ajarkan hari ini?" tetapi "Apa yang sudah dipelajari oleh murid saya hari ini?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MA BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR 9941 TAHUN 2025

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa intern...