Sabtu, 30 Agustus 2025

Kosa Kata dan Ungkapan Tentang Perkenalan Dalam Bahasa Arab

 

A. Budaya Arab

Komunikasi Tidak Langsung

Orang Arab pada umumnya memiliki komunikasi tidak langsung Umumnya orang Arab cenderung meremehkan pendapat mereka demi menjaga muka dan tetap sopan. Anda mungkin harus berasumsi tentang apa yang tidak dikatakan. Misalnya, jika Anda menyinggung orang Saudi, Anda mungkin tidak langsung menyadari hal tersebut. Mereka mungkin akan diam atau bersikap dingin terhadap Anda di kemudian hari (misalnya, mungkin sulit dihubungi atau tidak setuju dengan lebih banyak ide Anda). Isyarat komunikasi lainnya, seperti bahasa tubuh dan kontak mata, seringkali menyampaikan makna. Secara umum, perempuan Saudi cenderung menjadi komunikator yang lebih tidak langsung dan pendiam dibandingkan laki-laki Saudi.


Gaya Percakapan

Ketika berbincang satu sama lain, orang Saudi pada umumnya berusaha menjaga kekompakan kelompok.harmonidengan menghindari perhatian individu atau menunjuk orang tertentu. Orang Saudi cenderung berpindah-pindah topik saat bercakap-cakap, membutuhkan waktu lama sebelum sampai pada intinya. Mereka mungkin menyampaikan maksud mereka secara bertele-tele dan berbelit-belit untuk menghindari rasa malu atau tersinggung. Misalnya, percakapan mungkin dimulai dengan deskripsi cuaca dan berlanjut ke diskusi bisnis. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin tampak menunjukkan bahwa percakapan tersebut "keluar topik". Namun, sikap yang lebih santai terhadap waktu ini memungkinkan percakapan berlangsung lebih lambat dan alami. Cara terbaik untuk mencapai pemahaman adalah dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan orang Saudi mencapai jawaban mereka sendiri sambil memberikan tanggapan yang menyenangkan saat mereka berbicara.


Hirarki

Pola komunikasi setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung konteksnya. Umumnya, ketika berbicara dalam suasana bisnis atau dengan seseorang yang lebih akrab, berbicara secara lebih langsung (misalnya, secara terbuka tidak setuju dengan orang lain) cenderung lebih lugas. Namun, orang cenderung bersikap tidak langsung dan hormat kepada senior mereka, seperti orang yang lebih tua atau profesional. Ketika orang yang paling tua berbicara, semua orang diharapkan untuk mendengarkan dan memberikan perhatian penuh sebagai tanda hormat.


Orang lanjut usia mungkin berbicara kurang formal di acara sosial dan keluarga. Ada stereotip umum bahwa perempuan lanjut usia Saudi tidak memiliki filter verbal. Misalnya, seorang perempuan lanjut usia mungkin bercanda tentang topik yang tidak pantas atau seksual dalam suasana santai, tanpa teguran. Berbicara secara tidak wajar juga cukup dapat diterima bagi pria lanjut usia. Namun, orang lanjut usia jarang berbicara sejujur
​​itu di depan orang asing.


·      Permintaan: Jika Anda meminta orang Saudi untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan kemampuan mereka, mereka sering kali akan menjawab dengan "Saya akan lihat apa yang bisa saya lakukan", "mungkin", atau semacamnya. Jika tugas tersebut bukan prioritas utama atau bergantung pada ketersediaan mereka, orang Saudi sering menjawab dengan "Insya Allah", yang berarti 'jika Tuhan menghendaki' (mungkin, tetapi jika tidak terjadi, itu sudah takdir Tuhan). Ini bisa berarti mereka mungkin tidak akan menyelesaikannya untuk sementara waktu (atau sama sekali) kecuali diminta. Sebaiknya tindak lanjuti beberapa kali untuk memeriksa kemajuan mereka jika masalahnya mendesak.

 

·     Kritik: Kritik atau saran pribadi harus selalu disikapi secara sensitif dan pribadi. Kritik atau saran pribadi dapat dengan mudah disalahartikan sebagai pelanggaran pribadi ringan, kecuali disampaikan secara tidak langsung. Oleh karena itu, usahakan untuk memberikan saran perbaikan disertai pujian.

 

·  Volume: Baik pria maupun wanita Saudi cenderung berbicara keras dengan nada yang meninggi. Hal ini umumnya dianggap sebagai karakteristik positif. "Berteriak" dapat menunjukkan ketulusan dan keterlibatan dalam percakapan, bukan berarti kemarahan atau permusuhan. Wanita Saudi tidak diharapkan berbicara pelan dan cenderung bersuara lebih keras di tempat umum (misalnya pasar dan toko).

 

·   Gaya Bahasa: Puisi merupakan ciri khas komunikasi masyarakat Saudi, paling sering digunakan untuk memuji atau menghina secara mendalam. Orang-orang menggunakan kutipan puitis untuk berkhotbah, memberi salam, dan berpidato. Ungkapan dan bahasa Saudi/Arab bisa sangat emosional. Struktur bahasanya mendorong pengulangan dan penggunaan kata-kata yang berlebihan.

 

·    Humor: Orang Arab Saudi cenderung memiliki selera humor yang merendahkan diri. Orang-orang sering kali merasa nyaman mengolok-olok diri sendiri. Namun, tidak disarankan untuk menggoda orang lain yang tidak Anda kenal baik atau yang lebih senior dari Anda. Orang-orang yang usianya sebaya juga mungkin saling menggoda dengan cara yang lucu. Misalnya, pria sering kali menemukan humor dan kesenangan dengan melihat siapa yang dapat membalas hinaan dengan lebih baik. Ketahuilah bahwa membuat lelucon tentang keluarga orang lain (terutama anggota perempuan) sangat menyinggung, dan topik tentang pemerintahan atau seksualitas bisa sangat sensitif. Lelucon tentang agama dapat dianggap sebagai penistaan ​​agama (dapat dihukum di Arab Saudi) dan dilarang keras.

 

·    Sumpah Serapah: Sumpah serapah umum di antara orang-orang seusia, dan seringkali menjadi media humor antarpria. Frasa seperti " Kalb " (anjing), " Gahbah " (jalang), " Manyook " (diperkosa, secara fisik) sering terdengar dalam percakapan humor yang panas antarteman pria. Sumpah serapah yang lucu perlu disertai dengan hinaan yang sangat rinci, absurd, dan berlebihan, jika tidak, dapat diartikan sebagai hinaan yang sebenarnya. Jika seseorang mengumpat dengan niat jahat, biasanya diucapkan dalam bentuk kutukan (misalnya, "Semoga Tuhan mengutuk keluargamu").

 

·    Berkah: Berkah didaraskan setiap hari di Arab Saudi. Ini adalah ungkapan singkat dalam bahasa Arab yang memohon campur tangan Tuhan, tergantung situasinya (misalnya, "Semoga Tuhan memberimu kesehatan"). Berkah seringkali didaraskan sebagai pengganti ucapan 'Terima kasih'.


Non-Verbal

·   Kontak Fisik: Orang-orang biasanya merasa nyaman memeluk dan menyentuh teman sesama jenis. Dua pria biasanya berpegangan tangan di depan umum saat duduk atau berjalan sebagai tanda persahabatan. Namun, kontak fisik antar lawan jenis sebaiknya dihindari demi rasa hormat dan kesopanan (kecuali jika mereka adalah keluarga).

 

·    Ruang Pribadi:  Standar ruang pribadi di Arab Saudi berbeda-beda, tergantung konteksnya. Jika orang tersebut adalah teman sesama jenis, jaraknya seringkali lebih kecil daripada yang biasa dilakukan orang Barat di tempat umum. Misalnya, dua orang teman mungkin akan berdekatan saat duduk. Namun, jaraknya mungkin lebih besar jika terdapat perbedaan wewenang atau jika orang tersebut berjenis kelamin berbeda. Sebaiknya jaga jarak setidaknya satu meter antara Anda dan orang Saudi untuk menghormati kesopanan orang tersebut jika Anda belum mengenal mereka dengan baik.

 

·     Kontak Mata:  Saat berbicara dengan orang yang seusia, berjenis kelamin, atau berstatus sama, kontak mata langsung sangat diharapkan. Kontak mata yang kuat menunjukkan ketulusan dan kepercayaan, terutama dalam bisnis. Namun, pria dan wanita diharapkan untuk menundukkan pandangan dan menghindari kontak mata yang berkepanjangan. Beberapa pria mungkin melihat ke bawah untuk menghindari mengamati wanita sama sekali. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan terhadap batasan gender. Orang yang lebih muda juga mungkin menundukkan pandangan saat berbicara dengan orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.

 

·         Mengisyaratkan:  Mengisyaratkan dengan satu jari telunjuk atau tangan kiri dianggap tidak sopan. Sebaliknya, arahkan telapak tangan kanan ke bawah dan gunakan gerakan mencakar dengan jari untuk menunjukkan permintaan "kemari".

·      Menunjuk:  Menunjuk dengan jari telunjuk dianggap sangat tidak sopan. Sebaliknya, orang Saudi mengangkat dagu dan melihat ke arah objek yang ingin mereka "tunjuk".

 

·  Kaki: Memperlihatkan atau memperlihatkan telapak kaki kepada orang lain dianggap menghina. Hindari mengarahkan kaki ke arah orang lain saat duduk atau menyilangkan kaki di sekitar orang yang lebih tua.

 

Gerakan

Ada pepatah yang mengatakan, "Mengikat tangan orang Arab saat berbicara sama saja dengan mengikat lidahnya". Orang Arab Saudi cenderung menggunakan beragam gerakan dan gestur saat berbicara. Gerakan-gerakan ini menekankan, melebih-lebihkan, dan/atau menunjukkan inti dari kata-kata mereka, dan juga memberikan makna lebih ketika hanya sedikit yang dikatakan. Beberapa gestur umum tercantum di bawah ini:

·         Ketidaksetujuan: Orang mungkin menunjukkan “tidak” dengan menggelengkan kepala atau ketidaksetujuan/ketidaksetujuan dengan cepat memiringkan kepala ke belakang sambil mendecak lidah.

 

·         Kesabaran:  Jika orang Saudi ingin seseorang menunggu, mereka dapat menyentuhkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah mereka secara bersamaan dan memberi isyarat kepada orang yang ingin mereka minta untuk bersabar. Misalnya, tindakan ini dapat dilakukan oleh seseorang yang sedang berbicara di telepon dengan orang lain yang sedang mendekati mereka.

 

·    Ketulusan: Menempatkan telapak tangan kanan di dada menunjukkan rasa hormat atau ketulusan saat mengatakan sesuatu yang sungguh-sungguh (seperti permintaan maaf).

 

·   Persetujuan:  Menyentuh bahu orang lain dengan tangan kanan dapat menunjukkan persetujuan.

 

·         Kecabulan:  Memukulkan tangan kanan ke tangan kiri dan menggosoknya pelan di telapak tangan yang terbuka menunjukkan kecabulan atau penghinaan. Simbol "Oke" (dengan jari telunjuk dan ujung ibu jari bertemu membentuk lingkaran, dengan jari-jari lainnya direntangkan) memiliki makna yang menyinggung, meskipun makna Barat semakin umum. Mengangkat tangan (seolah-olah mengatakan "berhenti") dengan jari tengah menghadap ke bawah sama saja dengan memberi "jari" kepada seseorang dalam budaya Barat.

 

B. Kosa kata dan Ungkapan

·        Kosa Kata

 

Indonesia

Arab

Indonesia

Arab

Saya

اَنَا

Berapa

كَمْ

Kamu (lk)

اَنْتَ

Anak

اِبْنٌ

Kamu (pr)

اَنْتِ

Ibu

اُمٌّ

Dia (lk)

هُوَ

Bapak

اَبٌ

Dia (pr)

هِيَ

Teman

زَمِيْلٌ

Kalian (lk)

اَنْتُمْ

Darimana

مِنْ اّيْنَ

Kalian (pr)

اَنْتُنَّ

Kemana

اِلَى اَيْنَ

Mereka (lk)

هُمْ

Apakah

مَاذَا

Mereka (pr)

هُنَّ

Saudara

اَخٌ/اُخْتٌ

Nama

اِسْمٌ

Suami

زَوْجٌ

Umur

عُمْرٌ

Istri

زَوْجَةٌ

Kebangsaan

جِنْسِيَّةٌ

Kapan

مَتَى

Siapa

مَنْ

Untuk apa

لِأَيِّ شَيْئ

Apa

مَا

Identitas

بَيَانَاتٌ

Bagaimana

كَيْفَ

Tetangga

جَارٌ

 

·        Ungkapan

آدَةُ اْلإِسْتِفْهَام

آدَةُ

معنى

السُّؤَال

الإِجَابَة

مَا

Apa, siapa, dimana, berapa

مَا عُنْوَانُكَ ؟

عُنْوَانِي فِي الشَّارِع سُوْدِرْمَان

مَاذَا

Apa

مَاذَا تَقْرَأُ ؟

أَقْرَأُ اْلقرآن

كَيْفَ

Bagaimana

كَيْفَ حَالُكَ ؟

أَنَا بِخَيْر الحَمْدُ لِلّه

أَيْنَ

Dimana

أَيْنَ تَتَعَلَّمُ ؟

أَتَعَلُّمُ فِي اْلـمَدْرَسَةِ الثَّانَوِيَّة

مَنْ

Siapa

مَنْ هُوَ ؟

هُوَ أَبِيْ

هَلْ – أ

apakah

هَلْ أَنْتَ طَالِبٌ ؟

أَأَنْتَ مُدَرِّسٌ ؟

نعم، أنا طالب

لا، أنا طالب

مَتَى

kapan

مَتَى وُلِدْتَ ؟

وُلِدْتُ فِي التَّارِيْخِ 23-4-2005

كَمْ

berapa

كَمْ عُمْرك ؟

عُمْرِي خَمْسُ عَشْرَة سَنَة

لِـمَاذَا

mengapa

لـِمَاذَا غِبْتَ عَنِ الدِّرَاسَة؟

أَنَا مَرِيْضٌ

أُسْلُوْبُ التَّعَارُف

متكلم

مخاطب

مَا اسْمُك ؟

اِسْمِي ....

مِنْ أَيْنَ أَنْتَ قَادِم ؟

أَنَا قَادِم مِنْ مَدِيْنَة ....

مِنْ أَيْنَ جِئْت ؟

جِئْتُ من ....

أَيْنَ تَسْكُنُ ؟

أَسْكُنُ في ....

مِنْ أَيْنَ تَخَرَّجْت ؟

تَخَرَّجْتُ فِى المدرسة المتوسطة الإسلامية ....

مَنْ هَذَا ؟

هذا صَدِيْقِيْ

مَنْ هَذِهِ ؟

هَذِهِ صَدِيْقَتِيْ

مَا اسْمُهُ ؟

اسمه ....

مَا اسْمُهَا

اسمها ....

أُسْلُوْبُ اْلإِعْتِذَار

متكلم

مخاطب

آسِف

لا بأس عليك / لا عليك

سَامِحْنِي عَلَى تَأَخُّرِي

بَسِيْطَة

أَعْتَذِرُكُم عَلَى تأخري

عادي

أَعْذِرْنِي مَا قَصَدْتُ ذلِك

مَا فِي مُشْكِلَةٍ

عُذْرًا لِعَدَمِ الْحُضُوْرِ في الإجْتِمَاع

سَامَحَكَ / الله يسامحك

لا تُؤَاخِذني لِعَدَمِ اْلحُضُوْر فِي اْلإِجْتِمَاع

خَيْرا

أُسْلُوْبُ الشُّكْرِ

متكلم

مخاطب

شُكْرًا كَثِيْرًا / شُكْرًا لَكَ

عَفْوًا / الشُّكْرُ لِلّه / متشكرا

أشْكُرُكَ على هذه الْمُسَاعَدَة

عَفْوًا

مَشْكُورٌ جِدًّا

أَهْلًا وَسَهْلًا

شاكرين ومقدرين

لا شُكْرَ على وَاجِبٍ

شكر الله لك

تَشَرَّفْنَا / بِكُلِّ سُرُوْرٍ

الله يُبَارِكُ فِيْكُمْ

وَإِيَّاكم 

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

وَفِيْكُمْ بَارَكَ الله

اللهُ يُعْطِيْكَ الْعَافِيَةَ

يا ربِّ بارك الله

الله يُجْزِيْكَ خيرا

يا رب بارك الله

الله يُكْرِمُكَ

أكرمك الله

تَسَلَّمَ / سَلَّمَكَ الله ايديكم

الله يُسَلِّمُكَ

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MA BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR 9941 TAHUN 2025

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa intern...