A.
Budaya Arab
Komunikasi
Tidak Langsung
Orang Arab pada umumnya
memiliki komunikasi tidak langsung Umumnya orang Arab cenderung meremehkan
pendapat mereka demi menjaga muka dan tetap sopan. Anda mungkin harus berasumsi
tentang apa yang tidak dikatakan. Misalnya, jika Anda menyinggung orang Saudi,
Anda mungkin tidak langsung menyadari hal tersebut. Mereka mungkin akan diam
atau bersikap dingin terhadap Anda di kemudian hari (misalnya, mungkin sulit
dihubungi atau tidak setuju dengan lebih banyak ide Anda). Isyarat komunikasi
lainnya, seperti bahasa tubuh dan kontak mata, seringkali menyampaikan makna.
Secara umum, perempuan Saudi cenderung menjadi komunikator yang lebih tidak
langsung dan pendiam dibandingkan laki-laki Saudi.
Gaya Percakapan
Ketika berbincang satu sama lain,
orang Saudi pada umumnya berusaha menjaga kekompakan kelompok.harmonidengan
menghindari perhatian individu atau menunjuk orang tertentu. Orang Saudi
cenderung berpindah-pindah topik saat bercakap-cakap, membutuhkan waktu lama
sebelum sampai pada intinya. Mereka mungkin menyampaikan maksud mereka secara
bertele-tele dan berbelit-belit untuk menghindari rasa malu atau tersinggung.
Misalnya, percakapan mungkin dimulai dengan deskripsi cuaca dan berlanjut ke
diskusi bisnis. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin tampak menunjukkan bahwa
percakapan tersebut "keluar topik". Namun, sikap yang lebih santai
terhadap waktu ini memungkinkan percakapan berlangsung lebih lambat dan alami.
Cara terbaik untuk mencapai pemahaman adalah dengan mengajukan pertanyaan
terbuka yang memungkinkan orang Saudi mencapai jawaban mereka sendiri sambil
memberikan tanggapan yang menyenangkan saat mereka berbicara.
Hirarki
Pola komunikasi setiap orang dapat
berbeda-beda, tergantung konteksnya. Umumnya, ketika berbicara dalam suasana
bisnis atau dengan seseorang yang lebih akrab, berbicara secara lebih langsung
(misalnya, secara terbuka tidak setuju dengan orang lain) cenderung lebih
lugas. Namun, orang cenderung bersikap tidak langsung dan hormat kepada senior
mereka, seperti orang yang lebih tua atau profesional. Ketika orang yang paling
tua berbicara, semua orang diharapkan untuk mendengarkan dan memberikan
perhatian penuh sebagai tanda hormat.
Orang lanjut usia mungkin berbicara kurang formal di acara sosial dan keluarga.
Ada stereotip umum bahwa perempuan lanjut usia Saudi tidak memiliki filter
verbal. Misalnya, seorang perempuan lanjut usia mungkin bercanda tentang topik
yang tidak pantas atau seksual dalam suasana santai, tanpa teguran. Berbicara
secara tidak wajar juga cukup dapat diterima bagi pria lanjut usia. Namun,
orang lanjut usia jarang berbicara sejujur itu di depan orang asing.
· Permintaan: Jika Anda meminta orang Saudi untuk melakukan sesuatu
yang sesuai dengan kemampuan mereka, mereka sering kali akan menjawab dengan
"Saya akan lihat apa yang bisa saya lakukan", "mungkin",
atau semacamnya. Jika tugas tersebut bukan prioritas utama atau bergantung pada
ketersediaan mereka, orang Saudi sering menjawab dengan "Insya Allah",
yang berarti 'jika Tuhan menghendaki' (mungkin, tetapi jika tidak terjadi, itu
sudah takdir Tuhan). Ini bisa berarti mereka mungkin tidak akan
menyelesaikannya untuk sementara waktu (atau sama sekali) kecuali diminta.
Sebaiknya tindak lanjuti beberapa kali untuk memeriksa kemajuan mereka jika
masalahnya mendesak.
· Kritik: Kritik atau saran pribadi harus selalu disikapi secara
sensitif dan pribadi. Kritik atau saran pribadi dapat dengan mudah
disalahartikan sebagai pelanggaran pribadi ringan, kecuali disampaikan secara
tidak langsung. Oleh karena itu, usahakan untuk memberikan saran perbaikan
disertai pujian.
· Volume: Baik pria maupun wanita Saudi cenderung berbicara
keras dengan nada yang meninggi. Hal ini umumnya dianggap sebagai karakteristik
positif. "Berteriak" dapat menunjukkan ketulusan dan keterlibatan
dalam percakapan, bukan berarti kemarahan atau permusuhan. Wanita Saudi tidak
diharapkan berbicara pelan dan cenderung bersuara lebih keras di tempat umum
(misalnya pasar dan toko).
· Gaya
Bahasa: Puisi merupakan ciri khas
komunikasi masyarakat Saudi, paling sering digunakan untuk memuji atau menghina
secara mendalam. Orang-orang menggunakan kutipan puitis untuk berkhotbah,
memberi salam, dan berpidato. Ungkapan dan bahasa Saudi/Arab bisa sangat
emosional. Struktur bahasanya mendorong pengulangan dan penggunaan kata-kata yang
berlebihan.
· Humor: Orang Arab Saudi cenderung memiliki selera humor yang
merendahkan diri. Orang-orang sering kali merasa nyaman mengolok-olok diri
sendiri. Namun, tidak disarankan untuk menggoda orang lain yang tidak Anda
kenal baik atau yang lebih senior dari Anda. Orang-orang yang usianya sebaya
juga mungkin saling menggoda dengan cara yang lucu. Misalnya, pria sering kali
menemukan humor dan kesenangan dengan melihat siapa yang dapat membalas hinaan
dengan lebih baik. Ketahuilah bahwa membuat lelucon tentang keluarga orang lain
(terutama anggota perempuan) sangat menyinggung, dan topik tentang pemerintahan
atau seksualitas bisa sangat sensitif. Lelucon tentang agama dapat dianggap
sebagai penistaan agama
(dapat dihukum di Arab Saudi) dan dilarang keras.
· Sumpah
Serapah: Sumpah serapah umum di antara
orang-orang seusia, dan seringkali menjadi media humor antarpria. Frasa seperti
" Kalb " (anjing), " Gahbah "
(jalang), " Manyook " (diperkosa, secara fisik)
sering terdengar dalam percakapan humor yang panas antarteman pria. Sumpah
serapah yang lucu perlu disertai dengan hinaan yang sangat rinci, absurd, dan
berlebihan, jika tidak, dapat diartikan sebagai hinaan yang sebenarnya. Jika
seseorang mengumpat dengan niat jahat, biasanya diucapkan dalam bentuk kutukan
(misalnya, "Semoga Tuhan mengutuk keluargamu").
· Berkah: Berkah didaraskan setiap hari di Arab Saudi. Ini
adalah ungkapan singkat dalam bahasa Arab yang memohon campur tangan Tuhan,
tergantung situasinya (misalnya, "Semoga Tuhan memberimu kesehatan").
Berkah seringkali didaraskan sebagai pengganti ucapan 'Terima kasih'.
Non-Verbal
· Kontak
Fisik: Orang-orang biasanya merasa
nyaman memeluk dan menyentuh teman sesama jenis. Dua pria biasanya berpegangan
tangan di depan umum saat duduk atau berjalan sebagai tanda persahabatan.
Namun, kontak fisik antar lawan jenis sebaiknya dihindari demi rasa hormat dan
kesopanan (kecuali jika mereka adalah keluarga).
· Ruang
Pribadi: Standar ruang pribadi di
Arab Saudi berbeda-beda, tergantung konteksnya. Jika orang tersebut adalah
teman sesama jenis, jaraknya seringkali lebih kecil daripada yang biasa
dilakukan orang Barat di tempat umum. Misalnya, dua orang teman mungkin akan
berdekatan saat duduk. Namun, jaraknya mungkin lebih besar jika terdapat
perbedaan wewenang atau jika orang tersebut berjenis kelamin berbeda. Sebaiknya
jaga jarak setidaknya satu meter antara Anda dan orang Saudi untuk menghormati
kesopanan orang tersebut jika Anda belum mengenal mereka dengan baik.
· Kontak
Mata: Saat berbicara dengan
orang yang seusia, berjenis kelamin, atau berstatus sama, kontak mata langsung
sangat diharapkan. Kontak mata yang kuat menunjukkan ketulusan dan kepercayaan,
terutama dalam bisnis. Namun, pria dan wanita diharapkan untuk menundukkan
pandangan dan menghindari kontak mata yang berkepanjangan. Beberapa pria
mungkin melihat ke bawah untuk menghindari mengamati wanita sama sekali. Hal
ini dianggap sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan terhadap batasan gender.
Orang yang lebih muda juga mungkin menundukkan pandangan saat berbicara dengan
orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.
·
Mengisyaratkan: Mengisyaratkan dengan satu jari telunjuk atau
tangan kiri dianggap tidak sopan. Sebaliknya, arahkan telapak tangan kanan ke
bawah dan gunakan gerakan mencakar dengan jari untuk menunjukkan permintaan
"kemari".
· Menunjuk: Menunjuk dengan jari telunjuk dianggap sangat
tidak sopan. Sebaliknya, orang Saudi mengangkat dagu dan melihat ke arah objek
yang ingin mereka "tunjuk".
· Kaki: Memperlihatkan atau memperlihatkan telapak kaki kepada
orang lain dianggap menghina. Hindari mengarahkan kaki ke arah orang lain saat
duduk atau menyilangkan kaki di sekitar orang yang lebih tua.
Gerakan
Ada pepatah yang mengatakan,
"Mengikat tangan orang Arab saat berbicara sama saja dengan mengikat
lidahnya". Orang Arab Saudi cenderung menggunakan beragam gerakan dan
gestur saat berbicara. Gerakan-gerakan ini menekankan, melebih-lebihkan,
dan/atau menunjukkan inti dari kata-kata mereka, dan juga memberikan makna
lebih ketika hanya sedikit yang dikatakan. Beberapa gestur umum tercantum di
bawah ini:
·
Ketidaksetujuan: Orang mungkin menunjukkan “tidak” dengan menggelengkan
kepala atau ketidaksetujuan/ketidaksetujuan dengan cepat memiringkan kepala ke
belakang sambil mendecak lidah.
·
Kesabaran: Jika orang Saudi ingin seseorang menunggu, mereka
dapat menyentuhkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah mereka secara
bersamaan dan memberi isyarat kepada orang yang ingin mereka minta untuk
bersabar. Misalnya, tindakan ini dapat dilakukan oleh seseorang yang sedang
berbicara di telepon dengan orang lain yang sedang mendekati mereka.
· Ketulusan: Menempatkan telapak tangan kanan di dada menunjukkan
rasa hormat atau ketulusan saat mengatakan sesuatu yang sungguh-sungguh
(seperti permintaan maaf).
· Persetujuan: Menyentuh bahu orang lain dengan tangan kanan dapat
menunjukkan persetujuan.
·
Kecabulan: Memukulkan tangan kanan ke tangan kiri dan
menggosoknya pelan di telapak tangan yang terbuka menunjukkan kecabulan atau
penghinaan. Simbol "Oke" (dengan jari telunjuk dan ujung ibu jari
bertemu membentuk lingkaran, dengan jari-jari lainnya direntangkan) memiliki
makna yang menyinggung, meskipun makna Barat semakin umum. Mengangkat tangan
(seolah-olah mengatakan "berhenti") dengan jari tengah menghadap ke
bawah sama saja dengan memberi "jari" kepada seseorang dalam budaya
Barat.
B.
Kosa kata dan Ungkapan
·
Kosa
Kata
|
Indonesia |
Arab |
Indonesia |
Arab |
|
Saya |
اَنَا |
Berapa |
كَمْ |
|
Kamu (lk) |
اَنْتَ |
Anak |
اِبْنٌ |
|
Kamu (pr) |
اَنْتِ |
Ibu |
اُمٌّ |
|
Dia (lk) |
هُوَ |
Bapak |
اَبٌ |
|
Dia (pr) |
هِيَ |
Teman |
زَمِيْلٌ |
|
Kalian (lk) |
اَنْتُمْ |
Darimana |
مِنْ
اّيْنَ |
|
Kalian (pr) |
اَنْتُنَّ |
Kemana |
اِلَى
اَيْنَ |
|
Mereka (lk) |
هُمْ |
Apakah |
مَاذَا |
|
Mereka (pr) |
هُنَّ |
Saudara |
اَخٌ/اُخْتٌ |
|
Nama |
اِسْمٌ |
Suami |
زَوْجٌ |
|
Umur |
عُمْرٌ |
Istri |
زَوْجَةٌ |
|
Kebangsaan |
جِنْسِيَّةٌ |
Kapan |
مَتَى |
|
Siapa |
مَنْ |
Untuk apa |
لِأَيِّ
شَيْئ |
|
Apa |
مَا |
Identitas |
بَيَانَاتٌ |
|
Bagaimana |
كَيْفَ |
Tetangga |
جَارٌ |
·
Ungkapan
آدَةُ
اْلإِسْتِفْهَام
|
آدَةُ |
معنى |
السُّؤَال |
الإِجَابَة |
|
مَا |
Apa, siapa, dimana, berapa |
مَا عُنْوَانُكَ ؟ |
عُنْوَانِي فِي الشَّارِع
سُوْدِرْمَان |
|
مَاذَا |
Apa |
مَاذَا تَقْرَأُ ؟ |
أَقْرَأُ اْلقرآن |
|
كَيْفَ |
Bagaimana |
كَيْفَ حَالُكَ ؟ |
أَنَا بِخَيْر الحَمْدُ لِلّه |
|
أَيْنَ |
Dimana |
أَيْنَ تَتَعَلَّمُ ؟ |
أَتَعَلُّمُ فِي اْلـمَدْرَسَةِ
الثَّانَوِيَّة |
|
مَنْ |
Siapa |
مَنْ هُوَ ؟ |
هُوَ أَبِيْ |
|
هَلْ
– أ |
apakah |
هَلْ أَنْتَ طَالِبٌ ؟ أَأَنْتَ مُدَرِّسٌ ؟ |
نعم، أنا طالب لا، أنا طالب |
|
مَتَى |
kapan |
مَتَى وُلِدْتَ ؟ |
وُلِدْتُ فِي التَّارِيْخِ
23-4-2005 |
|
كَمْ |
berapa |
كَمْ عُمْرك ؟ |
عُمْرِي خَمْسُ عَشْرَة سَنَة |
|
لِـمَاذَا |
mengapa |
لـِمَاذَا غِبْتَ عَنِ
الدِّرَاسَة؟ |
أَنَا مَرِيْضٌ |
أُسْلُوْبُ
التَّعَارُف
|
متكلم |
مخاطب |
|
مَا اسْمُك ؟ |
اِسْمِي .... |
|
مِنْ أَيْنَ أَنْتَ قَادِم ؟ |
أَنَا قَادِم مِنْ مَدِيْنَة
.... |
|
مِنْ أَيْنَ جِئْت ؟ |
جِئْتُ من .... |
|
أَيْنَ تَسْكُنُ ؟ |
أَسْكُنُ في .... |
|
مِنْ أَيْنَ تَخَرَّجْت ؟ |
تَخَرَّجْتُ فِى المدرسة
المتوسطة الإسلامية .... |
|
مَنْ هَذَا ؟ |
هذا صَدِيْقِيْ |
|
مَنْ هَذِهِ ؟ |
هَذِهِ صَدِيْقَتِيْ |
|
مَا اسْمُهُ ؟ |
اسمه .... |
|
مَا اسْمُهَا |
اسمها .... |
أُسْلُوْبُ
اْلإِعْتِذَار
|
متكلم |
مخاطب |
|
آسِف |
لا
بأس عليك / لا عليك |
|
سَامِحْنِي
عَلَى تَأَخُّرِي |
بَسِيْطَة |
|
أَعْتَذِرُكُم
عَلَى تأخري |
عادي |
|
أَعْذِرْنِي
مَا قَصَدْتُ ذلِك |
مَا
فِي مُشْكِلَةٍ |
|
عُذْرًا
لِعَدَمِ الْحُضُوْرِ في الإجْتِمَاع |
سَامَحَكَ
/ الله يسامحك |
|
لا
تُؤَاخِذني لِعَدَمِ اْلحُضُوْر فِي اْلإِجْتِمَاع |
خَيْرا |
أُسْلُوْبُ
الشُّكْرِ
|
متكلم |
مخاطب |
|
شُكْرًا
كَثِيْرًا / شُكْرًا لَكَ |
عَفْوًا / الشُّكْرُ لِلّه /
متشكرا |
|
أشْكُرُكَ
على هذه الْمُسَاعَدَة |
عَفْوًا |
|
مَشْكُورٌ
جِدًّا |
أَهْلًا وَسَهْلًا |
|
شاكرين
ومقدرين |
لا شُكْرَ على وَاجِبٍ |
|
شكر
الله لك |
تَشَرَّفْنَا / بِكُلِّ سُرُوْرٍ |
|
الله
يُبَارِكُ فِيْكُمْ |
وَإِيَّاكم |
|
بَارَكَ
اللهُ فِيْكُمْ |
وَفِيْكُمْ بَارَكَ الله |
|
اللهُ
يُعْطِيْكَ الْعَافِيَةَ |
يا ربِّ بارك الله |
|
الله
يُجْزِيْكَ خيرا |
يا رب بارك الله |
|
الله
يُكْرِمُكَ |
أكرمك الله |
|
تَسَلَّمَ
/ سَلَّمَكَ الله ايديكم |
الله يُسَلِّمُكَ |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar