Sabtu, 30 Agustus 2025

Kosa Kata dan Ungkapan Tentang Perkenalan Dalam Bahasa Arab

 

A. Budaya Arab

Komunikasi Tidak Langsung

Orang Arab pada umumnya memiliki komunikasi tidak langsung Umumnya orang Arab cenderung meremehkan pendapat mereka demi menjaga muka dan tetap sopan. Anda mungkin harus berasumsi tentang apa yang tidak dikatakan. Misalnya, jika Anda menyinggung orang Saudi, Anda mungkin tidak langsung menyadari hal tersebut. Mereka mungkin akan diam atau bersikap dingin terhadap Anda di kemudian hari (misalnya, mungkin sulit dihubungi atau tidak setuju dengan lebih banyak ide Anda). Isyarat komunikasi lainnya, seperti bahasa tubuh dan kontak mata, seringkali menyampaikan makna. Secara umum, perempuan Saudi cenderung menjadi komunikator yang lebih tidak langsung dan pendiam dibandingkan laki-laki Saudi.


Gaya Percakapan

Ketika berbincang satu sama lain, orang Saudi pada umumnya berusaha menjaga kekompakan kelompok.harmonidengan menghindari perhatian individu atau menunjuk orang tertentu. Orang Saudi cenderung berpindah-pindah topik saat bercakap-cakap, membutuhkan waktu lama sebelum sampai pada intinya. Mereka mungkin menyampaikan maksud mereka secara bertele-tele dan berbelit-belit untuk menghindari rasa malu atau tersinggung. Misalnya, percakapan mungkin dimulai dengan deskripsi cuaca dan berlanjut ke diskusi bisnis. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin tampak menunjukkan bahwa percakapan tersebut "keluar topik". Namun, sikap yang lebih santai terhadap waktu ini memungkinkan percakapan berlangsung lebih lambat dan alami. Cara terbaik untuk mencapai pemahaman adalah dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan orang Saudi mencapai jawaban mereka sendiri sambil memberikan tanggapan yang menyenangkan saat mereka berbicara.


Hirarki

Pola komunikasi setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung konteksnya. Umumnya, ketika berbicara dalam suasana bisnis atau dengan seseorang yang lebih akrab, berbicara secara lebih langsung (misalnya, secara terbuka tidak setuju dengan orang lain) cenderung lebih lugas. Namun, orang cenderung bersikap tidak langsung dan hormat kepada senior mereka, seperti orang yang lebih tua atau profesional. Ketika orang yang paling tua berbicara, semua orang diharapkan untuk mendengarkan dan memberikan perhatian penuh sebagai tanda hormat.


Orang lanjut usia mungkin berbicara kurang formal di acara sosial dan keluarga. Ada stereotip umum bahwa perempuan lanjut usia Saudi tidak memiliki filter verbal. Misalnya, seorang perempuan lanjut usia mungkin bercanda tentang topik yang tidak pantas atau seksual dalam suasana santai, tanpa teguran. Berbicara secara tidak wajar juga cukup dapat diterima bagi pria lanjut usia. Namun, orang lanjut usia jarang berbicara sejujur
​​itu di depan orang asing.


·      Permintaan: Jika Anda meminta orang Saudi untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan kemampuan mereka, mereka sering kali akan menjawab dengan "Saya akan lihat apa yang bisa saya lakukan", "mungkin", atau semacamnya. Jika tugas tersebut bukan prioritas utama atau bergantung pada ketersediaan mereka, orang Saudi sering menjawab dengan "Insya Allah", yang berarti 'jika Tuhan menghendaki' (mungkin, tetapi jika tidak terjadi, itu sudah takdir Tuhan). Ini bisa berarti mereka mungkin tidak akan menyelesaikannya untuk sementara waktu (atau sama sekali) kecuali diminta. Sebaiknya tindak lanjuti beberapa kali untuk memeriksa kemajuan mereka jika masalahnya mendesak.

 

·     Kritik: Kritik atau saran pribadi harus selalu disikapi secara sensitif dan pribadi. Kritik atau saran pribadi dapat dengan mudah disalahartikan sebagai pelanggaran pribadi ringan, kecuali disampaikan secara tidak langsung. Oleh karena itu, usahakan untuk memberikan saran perbaikan disertai pujian.

 

·  Volume: Baik pria maupun wanita Saudi cenderung berbicara keras dengan nada yang meninggi. Hal ini umumnya dianggap sebagai karakteristik positif. "Berteriak" dapat menunjukkan ketulusan dan keterlibatan dalam percakapan, bukan berarti kemarahan atau permusuhan. Wanita Saudi tidak diharapkan berbicara pelan dan cenderung bersuara lebih keras di tempat umum (misalnya pasar dan toko).

 

·   Gaya Bahasa: Puisi merupakan ciri khas komunikasi masyarakat Saudi, paling sering digunakan untuk memuji atau menghina secara mendalam. Orang-orang menggunakan kutipan puitis untuk berkhotbah, memberi salam, dan berpidato. Ungkapan dan bahasa Saudi/Arab bisa sangat emosional. Struktur bahasanya mendorong pengulangan dan penggunaan kata-kata yang berlebihan.

 

·    Humor: Orang Arab Saudi cenderung memiliki selera humor yang merendahkan diri. Orang-orang sering kali merasa nyaman mengolok-olok diri sendiri. Namun, tidak disarankan untuk menggoda orang lain yang tidak Anda kenal baik atau yang lebih senior dari Anda. Orang-orang yang usianya sebaya juga mungkin saling menggoda dengan cara yang lucu. Misalnya, pria sering kali menemukan humor dan kesenangan dengan melihat siapa yang dapat membalas hinaan dengan lebih baik. Ketahuilah bahwa membuat lelucon tentang keluarga orang lain (terutama anggota perempuan) sangat menyinggung, dan topik tentang pemerintahan atau seksualitas bisa sangat sensitif. Lelucon tentang agama dapat dianggap sebagai penistaan ​​agama (dapat dihukum di Arab Saudi) dan dilarang keras.

 

·    Sumpah Serapah: Sumpah serapah umum di antara orang-orang seusia, dan seringkali menjadi media humor antarpria. Frasa seperti " Kalb " (anjing), " Gahbah " (jalang), " Manyook " (diperkosa, secara fisik) sering terdengar dalam percakapan humor yang panas antarteman pria. Sumpah serapah yang lucu perlu disertai dengan hinaan yang sangat rinci, absurd, dan berlebihan, jika tidak, dapat diartikan sebagai hinaan yang sebenarnya. Jika seseorang mengumpat dengan niat jahat, biasanya diucapkan dalam bentuk kutukan (misalnya, "Semoga Tuhan mengutuk keluargamu").

 

·    Berkah: Berkah didaraskan setiap hari di Arab Saudi. Ini adalah ungkapan singkat dalam bahasa Arab yang memohon campur tangan Tuhan, tergantung situasinya (misalnya, "Semoga Tuhan memberimu kesehatan"). Berkah seringkali didaraskan sebagai pengganti ucapan 'Terima kasih'.


Non-Verbal

·   Kontak Fisik: Orang-orang biasanya merasa nyaman memeluk dan menyentuh teman sesama jenis. Dua pria biasanya berpegangan tangan di depan umum saat duduk atau berjalan sebagai tanda persahabatan. Namun, kontak fisik antar lawan jenis sebaiknya dihindari demi rasa hormat dan kesopanan (kecuali jika mereka adalah keluarga).

 

·    Ruang Pribadi:  Standar ruang pribadi di Arab Saudi berbeda-beda, tergantung konteksnya. Jika orang tersebut adalah teman sesama jenis, jaraknya seringkali lebih kecil daripada yang biasa dilakukan orang Barat di tempat umum. Misalnya, dua orang teman mungkin akan berdekatan saat duduk. Namun, jaraknya mungkin lebih besar jika terdapat perbedaan wewenang atau jika orang tersebut berjenis kelamin berbeda. Sebaiknya jaga jarak setidaknya satu meter antara Anda dan orang Saudi untuk menghormati kesopanan orang tersebut jika Anda belum mengenal mereka dengan baik.

 

·     Kontak Mata:  Saat berbicara dengan orang yang seusia, berjenis kelamin, atau berstatus sama, kontak mata langsung sangat diharapkan. Kontak mata yang kuat menunjukkan ketulusan dan kepercayaan, terutama dalam bisnis. Namun, pria dan wanita diharapkan untuk menundukkan pandangan dan menghindari kontak mata yang berkepanjangan. Beberapa pria mungkin melihat ke bawah untuk menghindari mengamati wanita sama sekali. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan terhadap batasan gender. Orang yang lebih muda juga mungkin menundukkan pandangan saat berbicara dengan orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.

 

·         Mengisyaratkan:  Mengisyaratkan dengan satu jari telunjuk atau tangan kiri dianggap tidak sopan. Sebaliknya, arahkan telapak tangan kanan ke bawah dan gunakan gerakan mencakar dengan jari untuk menunjukkan permintaan "kemari".

·      Menunjuk:  Menunjuk dengan jari telunjuk dianggap sangat tidak sopan. Sebaliknya, orang Saudi mengangkat dagu dan melihat ke arah objek yang ingin mereka "tunjuk".

 

·  Kaki: Memperlihatkan atau memperlihatkan telapak kaki kepada orang lain dianggap menghina. Hindari mengarahkan kaki ke arah orang lain saat duduk atau menyilangkan kaki di sekitar orang yang lebih tua.

 

Gerakan

Ada pepatah yang mengatakan, "Mengikat tangan orang Arab saat berbicara sama saja dengan mengikat lidahnya". Orang Arab Saudi cenderung menggunakan beragam gerakan dan gestur saat berbicara. Gerakan-gerakan ini menekankan, melebih-lebihkan, dan/atau menunjukkan inti dari kata-kata mereka, dan juga memberikan makna lebih ketika hanya sedikit yang dikatakan. Beberapa gestur umum tercantum di bawah ini:

·         Ketidaksetujuan: Orang mungkin menunjukkan “tidak” dengan menggelengkan kepala atau ketidaksetujuan/ketidaksetujuan dengan cepat memiringkan kepala ke belakang sambil mendecak lidah.

 

·         Kesabaran:  Jika orang Saudi ingin seseorang menunggu, mereka dapat menyentuhkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah mereka secara bersamaan dan memberi isyarat kepada orang yang ingin mereka minta untuk bersabar. Misalnya, tindakan ini dapat dilakukan oleh seseorang yang sedang berbicara di telepon dengan orang lain yang sedang mendekati mereka.

 

·    Ketulusan: Menempatkan telapak tangan kanan di dada menunjukkan rasa hormat atau ketulusan saat mengatakan sesuatu yang sungguh-sungguh (seperti permintaan maaf).

 

·   Persetujuan:  Menyentuh bahu orang lain dengan tangan kanan dapat menunjukkan persetujuan.

 

·         Kecabulan:  Memukulkan tangan kanan ke tangan kiri dan menggosoknya pelan di telapak tangan yang terbuka menunjukkan kecabulan atau penghinaan. Simbol "Oke" (dengan jari telunjuk dan ujung ibu jari bertemu membentuk lingkaran, dengan jari-jari lainnya direntangkan) memiliki makna yang menyinggung, meskipun makna Barat semakin umum. Mengangkat tangan (seolah-olah mengatakan "berhenti") dengan jari tengah menghadap ke bawah sama saja dengan memberi "jari" kepada seseorang dalam budaya Barat.

 

B. Kosa kata dan Ungkapan

·        Kosa Kata

 

Indonesia

Arab

Indonesia

Arab

Saya

اَنَا

Berapa

كَمْ

Kamu (lk)

اَنْتَ

Anak

اِبْنٌ

Kamu (pr)

اَنْتِ

Ibu

اُمٌّ

Dia (lk)

هُوَ

Bapak

اَبٌ

Dia (pr)

هِيَ

Teman

زَمِيْلٌ

Kalian (lk)

اَنْتُمْ

Darimana

مِنْ اّيْنَ

Kalian (pr)

اَنْتُنَّ

Kemana

اِلَى اَيْنَ

Mereka (lk)

هُمْ

Apakah

مَاذَا

Mereka (pr)

هُنَّ

Saudara

اَخٌ/اُخْتٌ

Nama

اِسْمٌ

Suami

زَوْجٌ

Umur

عُمْرٌ

Istri

زَوْجَةٌ

Kebangsaan

جِنْسِيَّةٌ

Kapan

مَتَى

Siapa

مَنْ

Untuk apa

لِأَيِّ شَيْئ

Apa

مَا

Identitas

بَيَانَاتٌ

Bagaimana

كَيْفَ

Tetangga

جَارٌ

 

·        Ungkapan

آدَةُ اْلإِسْتِفْهَام

آدَةُ

معنى

السُّؤَال

الإِجَابَة

مَا

Apa, siapa, dimana, berapa

مَا عُنْوَانُكَ ؟

عُنْوَانِي فِي الشَّارِع سُوْدِرْمَان

مَاذَا

Apa

مَاذَا تَقْرَأُ ؟

أَقْرَأُ اْلقرآن

كَيْفَ

Bagaimana

كَيْفَ حَالُكَ ؟

أَنَا بِخَيْر الحَمْدُ لِلّه

أَيْنَ

Dimana

أَيْنَ تَتَعَلَّمُ ؟

أَتَعَلُّمُ فِي اْلـمَدْرَسَةِ الثَّانَوِيَّة

مَنْ

Siapa

مَنْ هُوَ ؟

هُوَ أَبِيْ

هَلْ – أ

apakah

هَلْ أَنْتَ طَالِبٌ ؟

أَأَنْتَ مُدَرِّسٌ ؟

نعم، أنا طالب

لا، أنا طالب

مَتَى

kapan

مَتَى وُلِدْتَ ؟

وُلِدْتُ فِي التَّارِيْخِ 23-4-2005

كَمْ

berapa

كَمْ عُمْرك ؟

عُمْرِي خَمْسُ عَشْرَة سَنَة

لِـمَاذَا

mengapa

لـِمَاذَا غِبْتَ عَنِ الدِّرَاسَة؟

أَنَا مَرِيْضٌ

أُسْلُوْبُ التَّعَارُف

متكلم

مخاطب

مَا اسْمُك ؟

اِسْمِي ....

مِنْ أَيْنَ أَنْتَ قَادِم ؟

أَنَا قَادِم مِنْ مَدِيْنَة ....

مِنْ أَيْنَ جِئْت ؟

جِئْتُ من ....

أَيْنَ تَسْكُنُ ؟

أَسْكُنُ في ....

مِنْ أَيْنَ تَخَرَّجْت ؟

تَخَرَّجْتُ فِى المدرسة المتوسطة الإسلامية ....

مَنْ هَذَا ؟

هذا صَدِيْقِيْ

مَنْ هَذِهِ ؟

هَذِهِ صَدِيْقَتِيْ

مَا اسْمُهُ ؟

اسمه ....

مَا اسْمُهَا

اسمها ....

أُسْلُوْبُ اْلإِعْتِذَار

متكلم

مخاطب

آسِف

لا بأس عليك / لا عليك

سَامِحْنِي عَلَى تَأَخُّرِي

بَسِيْطَة

أَعْتَذِرُكُم عَلَى تأخري

عادي

أَعْذِرْنِي مَا قَصَدْتُ ذلِك

مَا فِي مُشْكِلَةٍ

عُذْرًا لِعَدَمِ الْحُضُوْرِ في الإجْتِمَاع

سَامَحَكَ / الله يسامحك

لا تُؤَاخِذني لِعَدَمِ اْلحُضُوْر فِي اْلإِجْتِمَاع

خَيْرا

أُسْلُوْبُ الشُّكْرِ

متكلم

مخاطب

شُكْرًا كَثِيْرًا / شُكْرًا لَكَ

عَفْوًا / الشُّكْرُ لِلّه / متشكرا

أشْكُرُكَ على هذه الْمُسَاعَدَة

عَفْوًا

مَشْكُورٌ جِدًّا

أَهْلًا وَسَهْلًا

شاكرين ومقدرين

لا شُكْرَ على وَاجِبٍ

شكر الله لك

تَشَرَّفْنَا / بِكُلِّ سُرُوْرٍ

الله يُبَارِكُ فِيْكُمْ

وَإِيَّاكم 

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

وَفِيْكُمْ بَارَكَ الله

اللهُ يُعْطِيْكَ الْعَافِيَةَ

يا ربِّ بارك الله

الله يُجْزِيْكَ خيرا

يا رب بارك الله

الله يُكْرِمُكَ

أكرمك الله

تَسَلَّمَ / سَلَّمَكَ الله ايديكم

الله يُسَلِّمُكَ

 


Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MA/MAK Menurut SK Dirjen Pendis Nomor 3302 Tahun 2024

 

A. Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang penting untuk dikembangkan karena disamping sebagai bahasa agama Ia juga sebagai bahasa internasional. Penguasaan bahasa Arab saat ini juga telah menjadi tuntutan sebagai konsekuensi dari adanya Proses globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat pesat. Perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa saat ini penutur bahasa Arab di dunia mengalami peningkatan yang signifikan lebih dari 60 negara dan 350 juta orang menggunakan bahasa Arab sebagai Bahasa komunikasi sehari-hari. Saat ini bahasa Arab tidak saja dijadikan sebagai bahasa studi Agama akan tetapi juga dipakai sebagai bahasa ekonomi pariwisata politik dan keamanan global. Untuk merespon perkembangan tersebut maka bahasa Arab juga tidak hanya cukup diajarkan dengan tujuan untuk memahami literatur keagamaan semata namun juga harus diorientasikan kepada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulisan. 

Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik memiliki kecakapan berbahasa yaitu : 

a) mampu mengekspresikan perasaan pikiran dan gagasan secara verbal komunikatif 

b) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa Arab dengan baik sehingga peserta didik menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi 

c) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu agama pengetahuan 

d) mampu mengintegrasikan kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat berpikir kritis dan sistematis 

Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang MI, MTS dan MA maka diharapkan dapat membantu peserta didik berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari Life Skills. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab umum adalah pendekatan berbasis teks (genre-based approach), yakni pembelajaran difokuskan pada teks dalam berbagai model baik lisan tulisan visual audio maupun multimodal. Tahapan dalam pendekatan berbasis teks ada 4 yaitu : 

1. Building Knowledge of the Field (BKOF) - Guru membangun pengetahuan atau latar belakang pengetahuan peserta didik terhadap topik yang akan ditulis atau dibicarakan. Pada tahapan ini guru juga membangun konteks budaya dari teks yang diajarkan. 

2. Modelling of the Text (MOT) - Guru memberikan model/contoh teks sebagai acuan bagi peserta didik dalam menghasilkan karya baik secara lisan maupun tulisan. 

3. Joint Construction of the Text (JCOT) - Guru membimbing peserta didik dan bersama-sama memproduksi teks. 

4. Independent Construction of the Text (ICOT) - peserta didik memproduksi teks lisan dan tulisan secara mandiri. 

Capaian pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus ditetapkan secara akomodatif dengan mempertimbangkan prinsip fleksibilitas sesuai karakteristik dan kondisi peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Pelaksanaan akomodasi kurikulum pembelajaran dan penilaian bagi peserta didik berkebutuhan khusus dalam memenuhi capaian pembelajaran menjadi kewenangan guru dan/atau satuan pendidikan. 

B. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Arab 

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah mempunyai tujuan untuk mempersiapkan peserta didik memiliki kemampuan menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi global dan alat untuk mendalami agama dari sumber otentik yang pada umumnya menggunakan bahasa Arab dan melalui proses rantai keilmuan (isnad) yang terus bersambung hingga sumber asalnya yaitu Al-Qur'an dan Hadits. 

C. Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Arab 

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah diorientasikan untuk memberikan 3 kompetensi, yaitu:

1. Kompetensi Berbahasa (al-kifayah al-lughawiyyah

Sebuah kompetensi dasar dalam bahasa yang meliputi empat kemahiran berbahasa (al-maharat al-lughawiyyah) yaitu kemahiran mendengar (al-maharat al-istima'), kemahiran berbicara (al-maharat al-kalam), kemahiran membaca-memirsa (al-maharat al-qira'ah), dan kemahiran menulis-mempresentasikan (al-maharat al-kitabah). Keterampilan berbahasa tersebut harus dijalankan berdasarkan unsur-unsur bahasa (al-anashir al-lughawiyyah) yang baik dan benar meliputi : bunyi (aswat), kosakata (mufradat), dan kaidah bahasa (qawa'id al-lughah).

2. Kompetensi berkomunikasi (al-kifayah al-ittishaliyyah

Kompetensi untuk melakukan tindak tutur dengan bahasa target dalam berbagai konteks sosial secara lisan dan tulisan. Hendaknya dilihat dari sudut pandang fungsionalitasnya yaitu sebagai alat komunikasi. Jadi kompetensi berkomunikasi ini menjadi hal penting yang harus diajarkan. 

3. Kompetensi berbudaya (al-kifayah ats-tsaqafiyyah

Pembelajaran bahasa Arab di samping membelajarkan bahasa, ia mengandung pesan-pesan budaya dari bahasa itu sendiri, budaya yang dikandung dalam hal ini adalah budaya Arab Islam (tsaqafah 'arabiyyah islamiyyah), budaya global umum (tsaqafah 'alamiyyah 'ammah), dan budaya lokal khusus (tsaqafah mahaliyyah khashshah). Kandungan budaya ini tercermin dalam tema-tema atau topik yang diangkat dalam pembelajaran. Semisal: Perkenalan, berolahraga, bepergian dan wisata, pelestarian lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi, peradaban Islam, haji umrah, puisi Arab, maulid Nabi, Cinta Indonesia, dll. 

Komponen pembelajaran bahasa Arab 

Berdasarkan hal di atas tiga kompetensi yang menjadi target pembelajaran bahasa Arab yaitu kompetensi berbahasa, kompetensi berkomunikasi, dan kompetensi berbudaya digabungkan dalam kerangka komponen pembelajaran meliputi : 

Kemahiran berbahasa meliputi :

Menyimak, Berbicara, Membaca-Memirsa, Menulis-Mempersentasikan 

Unsur bahasa meliputi :

Sistem bunyi, kosakata, pola kalimat/ gramatika 

Tema/Topik meliputi :

Tema/topik pembelajaran yang mengandung aspek budaya lokal, religi, internasional 

Ungkapan komunikatif meliputi :

Ungkapan untuk melakukan tindak tutur dalam bahasa target

Adapun elemen dalam capaian pembelajaran mengintegrasikan komponen pembelajaran bahasa Arab di atas sebagai pemandu adalah kemahiran berbahasa berikut : 

Menyimak-Berbicara

Menyimak adalah kemampuan memahami, mengidentifikasi, dan menginterpretasi fakta, ide pokok, urutan peristiwa, makna tersurat dan tersirat, nilai, fakta dan opini, solusi, manfaat, membaca tabel, membuat pertanyaan, dan menyimpulkan isi teks yang diperdengarkan. 

Berbicara adalah kemampuan menyampaikan pesan singkat, mengajukan pertanyaan, mengkomunikasikan informasi pada topik-topik tertentu, menyajikan pendapat dengan tepat, fasih, terampil, efisien dan efektif sesuai dengan budaya bahasa target.

Membaca-Memirsa 

Membaca adalah kemampuan memahami, menginterpretasi dan menentukan fakta, ide pokok, urutan peristiwa, makna tersurat dan tersirat, nilai, fakta dan opini, solusi, manfaat, membaca tabel, membuat pertanyaan, dan menyimpulkan isi teks yang dibaca. 

Memirsa merupakan kemampuan memperhatikan, memahami, menggunakan, merefleksi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengapresiasi struktur, isi, asumsi, nilai, keyakinan, fungsi sosial teks visual dan teks multimoda sesuai tujuan dan kepentingannya. 

Menulis-Mempresentasikan 

Menulis adalah kemampuan menuliskan kata dan ungkapan, menyampaikan pesan, mengkomunikasikan fakta dan ide dalam kalimat dan paragraf dengan memperhatikan kerangka waktu, struktur gramatikal, dan budaya bahasa target. 

Mempresentasikan merupakan kemampuan mempresentasikan, mengkritisi dan mengevaluasi gagasan secara jelas dan efektif, baik secara individu maupun berkolaborasi dengan menggunakan strategi dan gestur yang tepat. 

Pembelajaran bahasa Arab juga nantinya akan terbagi dalam beberapa fase yaitu itu fase A, B, C, D, E, dan F dengan peta jalan capaian.  

Fase E ( Kelas X)

Elemen Menyimak-Berbicara

Mendengarkan secara selektif: Peserta didik mampu mengevaluasi informasi yang didengar.

Berbicara secara interaktif: Peserta didik mampu membangun interaksi dengan teks kompleks sebagai alat komunikasi global.

Elemen Membaca-Memirsa

Membaca-Memirsa secara interaktif: Peserta didik mampu memahami dan merefleksi beberapa paragraf dalam teks tertulis atau teks visual secara interaktif.

Elemen Menulis-Mempresentasikan

Menulis mempresentasikan secara responsif: Peserta didik mampu menghubungkan dan memaparkan kalimat ke dalam paragraf pada wacana terbatas, dan membuat urutan yang terhubung secara logis dari empat atau lima paragraf.

 Fase F ( Kelas XI - XII) 

Elemen Menyimak-Berbicara

Mendengarkan secara ekstensif: Peserta didik mampu membuat tanggapan dari informasi yang didengar. 

Berbicara secara ekstensif: Peserta didik mampu berbicara dengan memproduksi bahasa secara lisan sebagai alat komunikasi global. 

Elemen Membaca-Memirsa

Membaca-Memirsa secara ekstensif: Peserta didik mampu memahami dan merefleksi teks tertulis atau teks visual berupa cerita pendek/artikel/esai hai /laporan/buku.

Elemen Menulis-Mempresentasikan

Menulis-mempresentasikan secara ekstensif: Peserta didik mampu memproduksi bahasa tulisan secara bebas dan mendalam serta mampu memaparkannya dalam konteks sesuai tema.

D.  Elemen Mata Pelajaran Bahasa Arab

Adapun elemen dalam capaian pembelajaran mengintegrasikan komponen pembelajaran bahasa Arab di atas sebagai pemandu adalah kemahiran berbahasa berikut : 

Menyimak-Berbicara

Menyimak adalah kemampuan memahami, mengidentifikasi, dan menginterpretasi fakta, ide pokok, urutan peristiwa, makna tersurat dan tersirat, nilai, fakta dan opini, solusi, manfaat, membaca tabel, membuat pertanyaan, dan menyimpulkan isi teks yang diperdengarkan. 

Berbicara adalah kemampuan menyampaikan pesan singkat, mengajukan pertanyaan, mengkomunikasikan informasi pada topik-topik tertentu, menyajikan pendapat dengan tepat, fasih, terampil, efisien dan efektif sesuai dengan budaya bahasa target. 

Membaca-Memirsa 

Membaca adalah kemampuan memahami, menginterpretasi dan menentukan fakta, ide pokok, urutan peristiwa, makna tersurat dan tersirat, nilai, fakta dan opini, solusi, manfaat, membaca tabel, membuat pertanyaan, dan menyimpulkan isi teks yang dibaca. 

Memirsa merupakan kemampuan memperhatikan, memahami, menggunakan, merefleksi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengapresiasi struktur, isi, asumsi, nilai, keyakinan, fungsi sosial teks visual dan teks multimoda sesuai tujuan dan kepentingannya. 

Menulis-Mempresentasikan 

Menulis adalah kemampuan menuliskan kata dan ungkapan, menyampaikan pesan, mengkomunikasikan fakta dan ide dalam kalimat dan paragraf dengan memperhatikan kerangka waktu, struktur gramatikal, dan budaya bahasa target. 

Mempresentasikan merupakan kemampuan mempresentasikan, mengkritisi dan mengevaluasi gagasan secara jelas dan efektif, baik secara individu maupun berkolaborasi dengan menggunakan strategi dan gestur yang tepat. 

E. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Jenjang MA/MAK

Fase E (Kelas X Madrasah Aliyah / Madrasah Aliyah Kejuruan)

Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan memahami informasi, membangun interaksi, memahami dan merefleksi teks tertulis atau teks visual secara interaktif, serta mampu memaparkan kalimat secara logis ke dalam wacana terbatas secara tulis dan lisan. Capaian pembelajaran bahasa Arab ini berlaku juga untuk Madrasah Aliyah Peminatan/Program Keagamaan.

Elemen Menyimak-Berbicara

Memahami informasi yang diterima secara tersirat dan tersurat serta interaksi tentang tema perkenalan, keluarga, madrasah, hobi, profesi, kehidupan sehari-hari dengan menggunakan susunan gramatikal:

الضمائر، أدوات الاستفهام، المذكر والمؤنث، لمفرد و المثنى و الجمع، حروف الجر وحروف العطف والظرف، تقسيم الكلمة، أقسام الفعل، الجملة الاسمية والجملة الفعلية، الأرقام، العدد والمعدود.

 

Elemen Membaca-Memirsa

Memahami informasi secara tersurat dan tersirat dalam teks visual atau teks multimodal secara interaktif tentang perkenalan, keluarga, madrasah, hobi, profesi, kehidupan sehari-hari dengan menggunakan susunan gramatikal:

الضمائر، أدوات الاستفهام، المذكر والمؤنث، لمفرد و المثنى و الجمع، حروف الجر وحروف العطف والظرف، تقسيم الكلمة، أقسام الفعل، الجملة الاسمية والجملة الفعلية، الأرقام، العدد والمعدود.

 

Elemen Menulis-Mempresentasikan

Mengomunikasikan ide secara tertulis dan lisan ke dalam wacana terbatas secara logis tentang perkenalan, keluarga, madrasah, hobi, profesi, kehidupan sehari-hari dengan menggunakan susunan gramatikal:

الضمائر، أدوات الاستفهام، المذكر والمؤنث، لمفرد و المثنى و الجمع، حروف الجر وحروف العطف والظرف، تقسيم الكلمة، أقسام الفعل، الجملة الاسمية والجملة الفعلية، الأرقام، العدد والمعدود.

 

Fase F (Kelas XI dan XII Madrasah Aliyah / Madrasah Aliyah Kejuruan)

Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan menanggapi informasi yang didengar, mengkontruksi bahasa, merefleksi berbagai jenis teks visual atau teks multimodal, mengungkapkan gagasan secara bebas sesuai dengan struktur teks, serta mampu memaparkannya secara tulis dan lisan sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Capaian pembelajaran bahasa Arab ini berlaku juga untuk Madrasah Aliyah Peminatan/Program Keagamaan.

Elemen Menyimak-Berbicara

Memahami informasi yang diterima secara tersirat dan tersurat dan mengkonstruksi bahasa secara lisan tentang wisata, kesehatan, haji dan umroh, agama-agama di Indonesia, teknologi informasi dan komunikasi, tokoh-tokoh Islam, kuliah di universitas dengan menggunakan struktur gramatikal:

التصريف اللغوي للفعل الماضي، التصريف اللغوي للفعل المضارع، التصريف اللغوي لفعل الأمر، النعت، الاضافة، اسم التفضيل، الفعل المبنى للمعلوم والفعل المبنى للمجهول، الفعل المضارع والمنصوب والمجزوم.

 

Elemen Membaca-Memirsa

Memahami secara tersurat dan tersirat berbagai teks visual atau teks multimodal dalam cerita pendek/artikel/esai/laporan/buku tentang wisata, kesehatan, haji dan umroh, agama-agama di Indonesia, teknologi informasi dan komunikasi, tokoh-tokoh Islam, kuliah di universitas dengan menggunakan struktur gramatikal:

التصريف اللغوي للفعل الماضي، التصريف اللغوي للفعل المضارع، التصريف اللغوي لفعل الأمر، النعت، الاضافة، اسم التفضيل، الفعل المبنى للمعلوم والفعل المبنى للمجهول، الفعل المضارع والمنصوب والمجزوم.

 

Elemen Menulis-Mempresentasikan

Memahami gagasan teks secara tertulis dan lisan dengan bebas sesuai tema wisata, kesehatan, haji dan umroh, agama-agama di Indonesia, teknologi informasi dan komunikasi, tokoh-tokoh Islam, kuliah di universitas dengan menggunakan struktur gramatikal:

التصريف اللغوي للفعل الماضي، التصريف اللغوي للفعل المضارع، التصريف اللغوي لفعل الأمر، النعت، الاضافة، اسم التفضيل، الفعل المبنى للمعلوم والفعل المبنى للمجهول، الفعل المضارع والمنصوب والمجزوم.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MA BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR 9941 TAHUN 2025

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa intern...