Senin, 08 September 2025

Asal Mula Tulisan Arab

 

Tahap pertama dari rangkaian khat Arab adalah khat Mesir Demotik, yang biasa digunakan oleh rakyat. Orang Mesir memiliki tiga macam tulisan: Hieroglif (khusus dipakai para pemuka agama), Herotic (untuk karyawan kantor dan pegawai negeri), dan Demotic (untuk masyarakat umum).

Tahap kedua adalah khat Phoenicia, nama yang berasal dari daerah Phoenicia di dekat daratan Kanaan (sekarang disebut Gunung Libanon). Bangsa Phoenicia adalah keturunan Semit yang sering berhubungan dengan orang Mesir dalam perdagangan dan urusan lainnya. Dari orang Mesir inilah mereka mempelajari huruf-huruf untuk tulisan mereka. Orang Phoenicia kemudian menciptakan huruf-huruf sederhana untuk keperluan perdagangan. Menurut arkeolog Maspero, mereka mengambil 15 huruf dari tulisan Mesir dengan sedikit perubahan. Setelah itu, mereka menambahkan beberapa huruf baru yang kemudian terkenal di Asia dan Eropa karena kemudahannya.

Tahap ketiga berasal dari bangsa Aramiy atau disebut juga Musnad. Ada perbedaan pendapat antara sejarawan Eropa dan Arab mengenai hal ini.

Pendapat Sejarawan Eropa

Sejarawan Eropa berpendapat bahwa tulisan Phoenicia melahirkan empat tulisan, yaitu:

1.      Tulisan Yunani Kuno, cikal-bakal semua tulisan Eropa dan Koptik.

2.      Ibrani Kuno, termasuk tulisan Samiri dari Samirah di Naples.

3.      Al-Musnad al-Himyari, yang melahirkan tulisan Habsyi (Etiopia).

4.      Tulisan Aramiy, cikal-bakal enam jenis tulisan, yaitu:

o    Tulisan India dengan segala macamnya.

o    Tulisan Persia Kuno (Pahlevi).

o    Tulisan Ibrani persegi empat.

o    Tulisan Tadmuri.

o    Tulisan Suryani.

o    Tulisan Nabthiy.

Menurut orang Barat, tulisan Arab memiliki dua macam: Kufi yang berasal dari jenis Suryani (disebut Astranjil) dan Naskhi yang berasal dari tulisan Nabthiy. Berdasarkan pendapat ini, tulisan Al-Musnad tidak termasuk tulisan Arab.

Pendapat Sejarawan Arab

Sejarawan Arab, baik sebelum maupun sesudah Islam, berpendapat bahwa tulisan Hijazi mereka berasal dari penduduk Hirah dan Anbar. Tulisan yang sampai kepada mereka berasal dari Arab Kindah dan orang-orang Nabthiy, yang menukilnya dari Al-Musnad.

Para sejarawan Arab sepakat bahwa khat mereka sampai ke Makkah melalui Harb bin Umayyah bin Abdu-Syams yang belajar dari beberapa orang dalam perjalanannya. Salah satunya adalah Bisyr bin Abdul Malik. Bisyr datang ke Makkah bersama Harb bin Umayyah, menikahi putrinya bernama Shahba, dan mengajari beberapa penduduk Makkah sebelum pergi.

Menurut riwayat Ibnu Abbas, penduduk Anbar mengenal tulisan melalui penduduk Hirah. Dari mana Harb bin Umayyah belajar? Berdasarkan riwayat yang sama, ia belajar dari Abdullah bin Jad'an, yang belajar dari penduduk Anbar, yang belajar dari penduduk Hirah, yang belajar dari seorang musafir suku Kindah di Yaman. Musafir itu mendapatkannya dari Khafaljan, penulis wahyu Nabi Hud. Menurut Al-Mas'udi, Bani Al-Muhshan bin Jandal (kaum Nabth) yang menyebarluaskan tulisan.

Menurut sejarawan Arab, tulisan Al-Musnad merupakan bagian dari rangkaian tulisan Arab. Beberapa ilmuwan Arab mendukung pendapat ini karena:

1.      Salah satu jenis tulisan Musnad, yaitu Shafawiy, dekat dengan tulisan Phoenicia. Tulisan ini mencapai orang Hirah dan Anbar dari Yaman, serta dari orang-orang Aramiy, melalui suku Kindah dan Nabthiy.

2.      Karena percampuran dan kedekatan orang Nabthiy dengan orang Yaman dan sebagian orang Aramiy, mereka mungkin mempelajari tulisan Musnad dari orang Yaman atau Aramiy.

3.      Kesepakatan sejarawan Arab bahwa tulisan di Hijaz datang dari Yaman tidak menafikan kemungkinan asalnya dari tulisan Aramiy, karena orang Yaman bisa saja memperolehnya dari orang Aramiy.

4.      Adanya huruf-huruf Rawadif (ث خ ذ ض ظ غ) dalam tulisan Al-Musnad yang tidak ada pada tulisan Aramiy. Tidak adanya huruf ini dalam bentuk khusus pada tulisan Hijazi menunjukkan bahwa tulisan Aramiy memang tidak memilikinya. Hal ini mendorong orang Arab menciptakan huruf-huruf tersebut dengan menambahkan titik pada huruf-huruf yang sudah ada.

Sebagai bukti lain, Al-Hafidz Syamsuddin Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Zaid bin Tsabit atas perintah Nabi Muhammad SAW mempelajari tulisan Yahudi. Ia menguasainya dalam setengah bulan, yang menunjukkan bahwa yang dipelajarinya adalah tulisan Astranjil, asal-usul tulisan Kufi dan salah satu jenis tulisan Suryani. Tulisan Kufi adalah yang paling mirip dengan tulisan Hiri (dari Hirah). Tulisan Hiri dekat dengan Nabthiy, yang berasal dari Aramiy, yang berasal dari Phoenicia, yang berasal dari Demotic, tulisan rakyat Mesir.

Tulisan di Madinah (Yatsrib)

Ahli sirah mencatat bahwa ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, sudah ada seorang Yahudi yang mengajar menulis. Ada beberapa belas orang di kota itu yang sudah bisa menulis, di antaranya Said bin Zurarah, Munzir bin 'Amr, Ubai bin Wahb, Zaid bin Tsabit, Rafi' bin Malik, dan Aus bin Khauli. Mereka tampaknya sudah memahami khat Hijazi yang berasal dari tulisan Hirah. Hal ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa Zaid mempelajari tulisan Yahudi atas perintah Nabi setelah beliau berada di Madinah.

Rasulullah SAW adalah orang pertama yang memerintahkan penyebaran ilmu menulis secara umum setelah hijrahnya ke Madinah. Setelah Perang Badar, ada 70 tawanan Quraisy yang dapat membaca dan menulis. Untuk tawanan yang buta huruf, Rasul menerima tebusan dengan harta, tetapi bagi yang bisa membaca dan menulis, tebusan mereka adalah mengajar 10 anak kecil menulis. Sejak itu, menulis menjadi populer di Madinah dan daerah-daerah kekuasaan Islam.

Khat Hijazi terdiri atas dua jenis: Naskhi, digunakan untuk surat-menyurat. Kufi, dinamai dari kota Kufah, karena kaidah-kaidah tulisan Hijazi disempurnakan di sana.

Para peneliti telah menemukan dua surat asli dari Rasulullah SAW yang dikirim untuk Mukaukis dan Munzir bin Shawi. Surat untuk Mukaukis ditemukan oleh seorang sarjana Prancis di gereja tua Mesir dan sekarang disimpan di Museum Peninggalan Nabi SAW di Astanah. Surat ini kemudian dibeli oleh Sultan Abdul Majid dengan harga sangat mahal. Sementara itu, surat kedua disimpan di perpustakaan Wina, Austria.

Daftar Pustaka

Az-Zanjani, Abu Abdullah, Tarikh Al-Quran, Islamic Propagation Organization, Iran 1984

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MA BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR 9941 TAHUN 2025

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa intern...