Jumat, 01 Agustus 2025

Pengantar Belajar Nahwu

 1. Definisi Ilmu Nahwu

Secara Bahasa (Lughah):

Kata النحو dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna, di antaranya:

  • الجهة (arah atau tujuan), seperti dalam ungkapan: "نَحَوْتُ نَحْوَهُ" artinya "aku menuju ke arahnya".
  • القصْد (niat atau tujuan), seperti: "نَحَا نَحْوَ فُلانٍ" artinya "menuju kepada fulan".
  • Juga digunakan dalam konteks: "صَرَفْتُهُ" yang berarti "aku mengalihkan/dialihkan".

Secara Istilah (Isthilahan):

Ilmu Nahwu adalah:

"Ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan akhir kata dalam kalimat, baik secara i’rab (perubahan akhir kata karena faktor gramatikal) maupun bina (tetapnya akhir kata tanpa perubahan), dan untuk mengetahui kedudukan kata dalam struktur kalimat seperti rafa‘ (marfu‘), nashab (manshub), jarr (majrur), atau jazm (majzum)."

2. Sejarah dan Tokoh Pendiri Ilmu Nahwu

Tokoh Pendiri:

  • Mayoritas ulama sepakat bahwa peletak dasar ilmu nahwu adalah Abu al-Aswad ad-Du’ali (ت. 67 هـ), seorang tabi’in.
  • Ia didorong oleh Ali bin Abi Thalib untuk menyusun dasar-dasar ilmu ini karena kekhawatiran terhadap kesalahan dalam membaca al-Qur’an.

Kontribusinya:

  • Abu al-Aswad adalah orang pertama yang memberi titik pada huruf-huruf Arab untuk membedakan huruf yang serupa (titik i‘jam).
  • Ia juga meletakkan dasar kaidah pertama dalam ilmu Nahwu seperti pembagian kalimat menjadi Ism, Fi‘l, dan Harf.

Tokoh Lanjutan:

  • Setelah Abu al-Aswad, murid-muridnya seperti ‘Isa bin ‘Umar, Khalil bin Ahmad, dan Sibawaih menyempurnakan ilmu ini.
  • Kitab Sibawaih menjadi karya monumental dan dasar utama dalam kajian ilmu Nahwu.

3. Latar Belakang Kelahiran Ilmu Nahwu

Ilmu Nahwu lahir dari kebutuhan umat Islam pada masa awal Islam, setelah:

  • Islam menyebar luas hingga ke wilayah non-Arab.
  • Banyak orang non-Arab masuk Islam dan mulai mempelajari bahasa Arab, namun banyak pula kesalahan dalam pengucapan (اللحن).
  • Untuk menjaga kemurnian bahasa Arab, terutama dalam membaca al-Qur’an, para ulama merasa perlu merumuskan kaidah bahasa yang baku.

Salah satu contoh terkenal adalah kesalahan pembacaan ayat:

"أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ"
Seharusnya
رَسُولُهُ dibaca rafa‘, namun karena dibaca nashab menjadi maknanya rancu atau salah fatal, yang mendorong Ali bin Abi Thalib memberi perintah penyusunan kaidah nahwu.

4. Pentingnya Ilmu Nahwu

Ilmu Nahwu sangat penting karena:

a. Menurut Ibnu Khaldun:

  • Ilmu Nahwu adalah satu dari empat cabang utama dalam ilmu bahasa Arab (Lughah, Nahwu, Balaghah, dan Adab).
  • Ia menjadi alat untuk memahami al-Qur’an, Hadits, dan teks-teks keislaman lainnya.

b. Menurut Umar bin Abdul Aziz:

  • Seorang yang salah dalam nahwu akan salah dalam membaca al-Qur’an, bahkan bisa mengubah makna.
  • Nahwu membantu orang berbicara bahasa Arab secara benar dan fasih.

c. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:

  • Mengajarkan ilmu Nahwu termasuk fardhu kifayah karena pentingnya untuk mencegah اللحن (kesalahan pengucapan).

5. Ruang Lingkup dan Manfaat Ilmu Nahwu

Pokok Bahasan Ilmu Nahwu:

1.      Membedakan antara Isim, Fi‘l, dan Harf.

2.      Membedakan antara kalimat mu‘rab dan mabni.

3.      Menentukan kedudukan kata dalam kalimat (marfu‘, manshub, majrur, majzum).

4.      Meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi i‘rab.

Perbedaan dengan Ilmu Sharf:

  • Nahwu: Membahas keadaan akhir kata dalam kalimat dan i‘rab-nya.
  • Sharf: Membahas bentuk kata dan perubahan internalnya tanpa melihat posisi dalam kalimat.

Sumber Ilmu Nahwu:

  • Diambil dari Kalam Arab Asli (فصيح), baik syair maupun prosa, serta teks al-Qur’an dan Hadits.

Manfaat Ilmu Nahwu:

1.      Menjaga lisan dari kesalahan dalam berbicara.

2.      Memahami makna yang benar dalam kalam Allah dan Rasul-Nya.

3.      Mengetahui i‘rab kata dalam kalimat untuk memahami maksudnya secara tepat.

Kesimpulan:

Ilmu Nahwu adalah ilmu dasar dan penting dalam mempelajari bahasa Arab. Ia merupakan alat utama dalam memahami al-Qur’an dan teks-teks keislaman lainnya dengan benar, serta menjaga kemurnian lisan Arab dari kesalahan yang bisa merusak makna. Mempelajari ilmu ini bukan hanya untuk kebahasaan semata, tapi juga bagian dari menjaga agama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MA BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR 9941 TAHUN 2025

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa intern...