1. Definisi Ilmu Nahwu
Secara Bahasa (Lughah):
Kata النحو dalam bahasa Arab memiliki beberapa
makna, di antaranya:
- الجهة (arah atau
tujuan), seperti dalam ungkapan: "نَحَوْتُ نَحْوَهُ" artinya "aku menuju ke
arahnya".
- القصْد (niat atau
tujuan), seperti: "نَحَا نَحْوَ فُلانٍ" artinya "menuju kepada
fulan".
- Juga
digunakan dalam konteks: "صَرَفْتُهُ" yang berarti "aku mengalihkan/dialihkan".
Secara Istilah (Isthilahan):
Ilmu Nahwu adalah:
"Ilmu yang membahas tentang
kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan akhir kata dalam kalimat, baik secara
i’rab (perubahan akhir kata karena faktor gramatikal) maupun bina (tetapnya
akhir kata tanpa perubahan), dan untuk mengetahui kedudukan kata dalam struktur
kalimat seperti rafa‘ (marfu‘), nashab (manshub), jarr (majrur), atau jazm
(majzum)."
2. Sejarah dan Tokoh Pendiri Ilmu Nahwu
Tokoh Pendiri:
- Mayoritas
ulama sepakat bahwa peletak dasar ilmu nahwu adalah Abu al-Aswad
ad-Du’ali (ت. 67 هـ), seorang tabi’in.
- Ia
didorong oleh Ali bin Abi Thalib untuk menyusun dasar-dasar ilmu
ini karena kekhawatiran terhadap kesalahan dalam membaca al-Qur’an.
Kontribusinya:
- Abu
al-Aswad adalah orang pertama yang memberi titik pada huruf-huruf Arab
untuk membedakan huruf yang serupa (titik i‘jam).
- Ia
juga meletakkan dasar kaidah pertama dalam ilmu Nahwu seperti pembagian kalimat
menjadi Ism, Fi‘l, dan Harf.
Tokoh Lanjutan:
- Setelah
Abu al-Aswad, murid-muridnya seperti ‘Isa bin ‘Umar, Khalil bin
Ahmad, dan Sibawaih menyempurnakan ilmu ini.
- Kitab
Sibawaih menjadi karya monumental dan
dasar utama dalam kajian ilmu Nahwu.
3. Latar Belakang Kelahiran Ilmu Nahwu
Ilmu Nahwu lahir dari kebutuhan umat
Islam pada masa awal Islam, setelah:
- Islam
menyebar luas hingga ke wilayah non-Arab.
- Banyak
orang non-Arab masuk Islam dan mulai mempelajari bahasa Arab, namun banyak
pula kesalahan dalam pengucapan (اللحن).
- Untuk
menjaga kemurnian bahasa Arab, terutama dalam membaca al-Qur’an, para
ulama merasa perlu merumuskan kaidah bahasa yang baku.
Salah satu contoh terkenal adalah
kesalahan pembacaan ayat:
"أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ
وَرَسُولُهُ"
Seharusnya رَسُولُهُ dibaca rafa‘, namun karena dibaca
nashab menjadi maknanya rancu atau salah fatal, yang mendorong Ali bin Abi
Thalib memberi perintah penyusunan kaidah nahwu.
4. Pentingnya Ilmu Nahwu
Ilmu Nahwu sangat penting karena:
a. Menurut Ibnu Khaldun:
- Ilmu
Nahwu adalah satu dari empat cabang utama dalam ilmu bahasa Arab (Lughah,
Nahwu, Balaghah, dan Adab).
- Ia
menjadi alat untuk memahami al-Qur’an, Hadits, dan teks-teks keislaman
lainnya.
b. Menurut Umar bin Abdul Aziz:
- Seorang
yang salah dalam nahwu akan salah dalam membaca al-Qur’an, bahkan bisa
mengubah makna.
- Nahwu
membantu orang berbicara bahasa Arab secara benar dan fasih.
c. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
- Mengajarkan
ilmu Nahwu termasuk fardhu kifayah karena pentingnya untuk mencegah اللحن (kesalahan pengucapan).
5. Ruang Lingkup dan Manfaat Ilmu Nahwu
Pokok Bahasan Ilmu Nahwu:
1.
Membedakan antara
Isim, Fi‘l, dan Harf.
2.
Membedakan antara
kalimat mu‘rab dan mabni.
3.
Menentukan kedudukan
kata dalam kalimat (marfu‘, manshub, majrur, majzum).
4.
Meneliti
faktor-faktor yang mempengaruhi i‘rab.
Perbedaan dengan Ilmu Sharf:
- Nahwu:
Membahas keadaan akhir kata dalam kalimat dan i‘rab-nya.
- Sharf:
Membahas bentuk kata dan perubahan internalnya tanpa melihat posisi dalam
kalimat.
Sumber Ilmu Nahwu:
- Diambil
dari Kalam Arab Asli (فصيح), baik syair maupun prosa, serta
teks al-Qur’an dan Hadits.
Manfaat Ilmu Nahwu:
1.
Menjaga lisan dari
kesalahan dalam berbicara.
2.
Memahami makna yang
benar dalam kalam Allah dan Rasul-Nya.
3.
Mengetahui i‘rab kata
dalam kalimat untuk memahami maksudnya secara tepat.
Kesimpulan:
Ilmu Nahwu adalah ilmu dasar dan
penting dalam mempelajari bahasa Arab. Ia merupakan alat utama dalam memahami
al-Qur’an dan teks-teks keislaman lainnya dengan benar, serta menjaga kemurnian
lisan Arab dari kesalahan yang bisa merusak makna. Mempelajari ilmu ini bukan
hanya untuk kebahasaan semata, tapi juga bagian dari menjaga agama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar