Bila dilihat dari segi jumlahnya, isim dibagi ke dalam 3 bentuk,
yakni isim mufrad, isim mutsana dan isim jama’. Berikut penjelasannya:
1. Isim Mufrad
Isim mufrad adalah kata yang menunjukkan makna tunggal baik untuk
mudzakkar atau muannats.
Contoh:
إِنْسَانٌ – مَرْأَةٌ – كِتَابٌ – مَدْرَسَةٌ
Kata-kata di atas mengandung makna: (seorang) Manusia, (seorang)
Perempuan, (satu) buku, dan (satu) sekolah.
Tanda i’rab untuk isim mufrad adalah fathah ketika rafa’, fathah
ketika nashab dan kasrah ketika khafadh.
Contoh:
هَذَا كِتَابٌ – إِنَّ الْكِتَابَ - مِنَ
الْكِتَابِ
2. Isim Mutsana
Isim mutsana atau isim tatsniyah adalah kata yang menunjukkan
kepada makna dua. Adapun bentuk katanya yakni dengan menambahkan alif dan nun
dalam keadaan marfu serta ya’ dan nun dalam keadaan manshub dan majrur. Huruf
sebelum huruf tambahan menjadi fathah, ya’ tambahan harakatnya sukun serta nun
harakatnya fathah.
Contoh:
(كِتَابٌ) كِتَابَانِ/ كِتَابَيْنِ
(جَنَّةٌ) جَنَّتَانِ/ جَنَّتَيْنِ
Isim mutsana ditandai dengan alif ketika marfu’ dan ya’ ketika
mansub dan majrur.
Contoh:
جَاءَ الطَّالِبَانِ – إِنَّ الطَّالِبَيْنِ
- مِنَ الطَّالِبَيْنِ
3. Isim Jama’
Isim jam’ adalah kata yang menunjukkan pada makna banyak (lebih
dari dua). Dalam bahasa Arab kata jamak atau plural ada 3 macam, yaitu:
a. Jama’ Mudzakkar Salim
Jama’ mudzakkar salim adalah kata yang menunjukkan makna banyak
lebih dari dua. Secara harfiah artinya kata jamak untuk maskulin/lelaki
beraturan. Cara pembentukkan katanya dengan menambah wau dan nun dalam keadaan
marfu’ serta ya’ dan nun dalam keadaan manshub dan majrur.
Contoh:
(مُسْلِمٌ) مُسْلِمُوْنَ/ مُسْلِمِيْنِ
(طَالِبٌ) طَالِبُوْنَ/طَالِبِيْنَ
Jama’ mudzakkar salim ditandai dengan wau ketika marfu’ dan ya’
ketika mansub dan majrur.
Contoh:
جَاءَ الطَّالِبُوْنَ مَاهِرُوْنَ– إِنَّ
الطَّالِبِيْنَ مَاهِرُوْنَ -بُوْدِى مِنَ الطَّالِبِيْنَ الْمَاهِرِيْنَ
b. Jama’ Muanats Salim
Jama’ muannats salim adalah kata yang menunjukkan makna banyak
(lebih dari dua) serta diperuntukkan makna feminim/wanita. Cara pembentukkan
katanya dengan ditambahkan alif dan ta’ di akhir dari bentuk mufrad mudzakkar.
Contoh:
(مُسْلِمٌ) مُسْلِمَاتٌ
(طَالِبٌ) طَالِبَاتٌ
Jama’ muannats salim ditandai dengan dhammah ketika marfu’ dan
kasrah ketika mansub dan majrur.
Contoh:
جَاءَتِ الْمُسْلِمَاتُ الصَّالِحَاتُ –
إِنَّ الْمُسْلِمَاتِ صَالِحَةٌ – زَيْنَبُ مِنَ الْمُسْلِمَاتِ الصَّالِحَاتِ
Jama’ mudzakar salim dan muanats salim biasanya digunakan untuk
hal yang berkaitan dengan manusia seperti profesi, status, dll dan biasanya
bentuknya isim musytaq.
c. Jama’ Taksir
Jama’ taksir adalah kata yang menunjukkan makna jamak dengan
mengubah mufradnya, baik dengan mengurangi huruf, menambahkan huruf, mengubah
harakat, atau campuran ketiganya.
Bisa dikatakan perubahan pada jama taksir ini tidaklah beraturan.
Berbeda dengan jama’ mudzakar salim dan jama’ muanats salim yang perubahannya
hanya di akhir kata, jama’ taksir bisa ditambahkan atau dikurangi di mana saja.
Contoh perubahan jama’ taksir:
|
Arti |
Jamak |
Tunggal |
|
Para malaikat |
مَلَائِكَةٌ |
مَـلَــكٌ |
|
Sekolah-sekolah |
مَدَارِسُ |
مَدْرَسَةٌ |
|
Para rasul |
رُسُلٌ |
رَسُوْلٌ |
|
Anak-anak |
وِلْدَانٌ |
وَلَدٌ |
|
Singa-singa |
أُسُدٌ |
أَسَدٌ |
|
Pulpen-pulpen |
أَقْلَامٌ |
قَلَمٌ |
|
Orang-orang kafir |
كُفَّارٌ |
كَافِرٌ |
Penggunaan jama’ taksir paling banyak digunakan untuk isim jamid
atau isim simai’. Namun ada sebagian kecil yang digunakan dari isim musytaq.
Ternyata ada isim yang mempunyai bentuk jama’ dalam bentuk jama’
taksir dan juga jama’ mudzakkar salim. Berikut contohnya:
|
Jama’ |
Dual |
Tunggal |
||
|
Taksir |
Muannats |
Mudzakar |
||
|
أَنْبِيَاءُ |
- |
نَبِيُّوْنَ |
نَبِيَّانِ |
نَبِيٌّ |
|
- |
مُسْلِماتٌ |
مُسْلِمُوْنَ |
مُسْلِمان |
مُسْلِمٌ |
|
طُلَّابٌ |
طَالِباتٌ |
طَالِبون |
طَالِبان |
طَالِبٌ |
|
- |
مُدَرِّسات |
مُدَرِّسون |
مُدَرِّسان |
مُدَرِّسٌ |
|
كُفَّارٌ |
كَافِرات |
كَافِرون |
كَافِران |
كَافِرٌ |
|
أَيَاتٌ |
- |
- |
أَيَتَانِ |
أَيَةٌ |
|
قُلُوْبٌ |
- |
- |
قَلْبَان |
قَلْبٌ |
|
أَنْوَارُ |
- |
- |
نُوْرَانِ |
نُوْرٌ |
|
مَسَاجِدُ |
- |
- |
مَسْجِدَان |
مَسْجِدٌ |
|
مِيَاهُ |
- |
- |
مَاءَانِ |
مَاءٌ |
|
نِسَاءٌ |
- |
- |
مَرْأَتَانَ |
مَرْأَةٌ |
Berikut isim mufrad, mutsana, dan jama’ dalam berbagai keadaan
i’rab.
- Isim mudzakkar
|
I’rab |
Jama’ |
Mutsana |
Mufrad |
|
Rafa’ |
الْمُسْلِمُوْنَ |
الْمُسْلِمَانِ |
الْمُسْلِمُ |
|
Nashab |
إِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ |
إِنَّ الْمُسْلِمَيْنِ |
إِنَّ الْمُسْلِمَ |
|
Khafadl |
مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ |
مِنَ الْمُسْلِمَيْنِ |
مِنَ الْمُسْلِمِ |
- Isim muanats
|
I’rab |
Jama’ |
Mutsana |
Mufrad |
|
Rafa’ |
الْمُسْلِمَاتُ |
الْمُسْلِمَتَانِ |
الْمُسْلِمَةُ |
|
Nashab |
إِنَّ الْمُسْلِمَاتِ |
إِنَّ الْمُسْلِمَتَيْنِ |
إِنَّ الْمُسْلِمَةَ |
|
Khafadl |
مِنَ الْمُسْلِمَاتِ |
مِنَ الْمُسْلِمَتَيْنِ |
مِنَ الْمُسْلِمَةِ |
1.
Menentukan Makna
Kalimat dengan Tepat Mengenali apakah sebuah kata benda
dalam bentuk mufrod, mutsanna, atau jamak akan langsung memengaruhi makna yang
kita tangkap.
o Jika
Anda membaca جَاءَ مُدَرِّسٌ, Anda
tahu yang datang adalah "seorang guru".
o Namun,
jika Anda membaca جَاءَ مُدَرِّسَانِ,
maknanya berubah menjadi "dua orang guru".
o Sementara,
جَاءَ
مُدَرِّسُونَ
berarti
"para guru" yang datang. Kesalahan dalam mengidentifikasi jumlah
dapat mengubah seluruh pemahaman Anda terhadap suatu kalimat.
2.
Memahami Kesesuaian
(I'rob) antara Kata Benda dan Kata Kerja Dalam bahasa Arab, kata kerja (fi'il)
harus sesuai dengan pelaku (fa'il)-nya dalam hal jumlah dan jenis. Memahami
mufrod, mutsanna, dan jamak membantu Anda mengidentifikasi pola ini.
o Untuk
pelaku tunggal (mufrod), kata kerja juga berbentuk tunggal: كَتَبَ الطَّالِبُ (seorang siswa menulis).
o Untuk
pelaku ganda (mutsanna), kata kerja akan menggunakan pola untuk ganda: كَتَبَ الطَّالِبَانِ (dua
orang siswa menulis).
o Untuk
pelaku jamak (jamak), kata kerja akan sesuai dengan bentuk jamak: كَتَبَ الطُّلَّابُ (para siswa menulis). Mengenali hubungan ini akan sangat
membantu Anda dalam menyusun kalimat atau menganalisis struktur kalimat yang
ada.
3.
Mengidentifikasi
Objek (Maf'ul Bih) Tidak hanya subjek, objek dalam
kalimat bahasa Arab juga memiliki bentuk mufrod, mutsanna, dan jamak.
Identifikasi yang benar sangat penting untuk menghindari salah tafsir.
o قَرَأْتُ
كِتَابًا berarti
"Aku membaca sebuah buku".
o قَرَأْتُ
كِتَابَيْنِ
berarti
"Aku membaca dua buku".
o قَرَأْتُ
كُتُبًا
berarti
"Aku membaca buku-buku".
Mengenal dan menguasai konsep mufrod,
mutsanna, dan jamak adalah fondasi yang tak tergantikan dalam
perjalanan belajar bahasa Arab. Ini bukan sekadar teori, melainkan alat praktis
yang secara langsung menentukan seberapa akurat pemahaman Anda terhadap setiap
kata, kalimat, dan pada akhirnya, seluruh teks. Dengan menguasai konsep ini,
Anda akan mampu membaca Al-Qur'an, hadits, atau literatur Arab klasik lainnya
dengan lebih mendalam dan terhindar dari kesalahpahaman. Jadi, jangan pernah
remehkan pentingnya membedakan antara satu, dua, dan banyak dalam bahasa Arab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar