Rabu, 20 Agustus 2025

Pembagian Isim dari Segi Jumlah

 

Bila dilihat dari segi jumlahnya, isim dibagi ke dalam 3 bentuk, yakni isim mufrad, isim mutsana dan isim jama’. Berikut penjelasannya:

1. Isim Mufrad

Isim mufrad adalah kata yang menunjukkan makna tunggal baik untuk mudzakkar atau muannats.

Contoh:

إِنْسَانٌ – مَرْأَةٌ – كِتَابٌ – مَدْرَسَةٌ

Kata-kata di atas mengandung makna: (seorang) Manusia, (seorang) Perempuan, (satu) buku, dan (satu) sekolah.

Tanda i’rab untuk isim mufrad adalah fathah ketika rafa’, fathah ketika nashab dan kasrah ketika khafadh.

Contoh:

هَذَا كِتَابٌ – إِنَّ الْكِتَابَ - مِنَ الْكِتَابِ

2. Isim Mutsana

Isim mutsana atau isim tatsniyah adalah kata yang menunjukkan kepada makna dua. Adapun bentuk katanya yakni dengan menambahkan alif dan nun dalam keadaan marfu serta ya’ dan nun dalam keadaan manshub dan majrur. Huruf sebelum huruf tambahan menjadi fathah, ya’ tambahan harakatnya sukun serta nun harakatnya fathah.

Contoh:

(كِتَابٌ) كِتَابَانِ/ كِتَابَيْنِ

(جَنَّةٌ) جَنَّتَانِ/ جَنَّتَيْنِ

Isim mutsana ditandai dengan alif ketika marfu’ dan ya’ ketika mansub dan majrur.

Contoh:

جَاءَ الطَّالِبَانِ – إِنَّ الطَّالِبَيْنِ - مِنَ الطَّالِبَيْنِ

3. Isim Jama’

Isim jam’ adalah kata yang menunjukkan pada makna banyak (lebih dari dua). Dalam bahasa Arab kata jamak atau plural ada 3 macam, yaitu:

a. Jama’ Mudzakkar Salim

Jama’ mudzakkar salim adalah kata yang menunjukkan makna banyak lebih dari dua. Secara harfiah artinya kata jamak untuk maskulin/lelaki beraturan. Cara pembentukkan katanya dengan menambah wau dan nun dalam keadaan marfu’ serta ya’ dan nun dalam keadaan manshub dan majrur.

Contoh:

(مُسْلِمٌ) مُسْلِمُوْنَ/ مُسْلِمِيْنِ

(طَالِبٌ) طَالِبُوْنَ/طَالِبِيْنَ

Jama’ mudzakkar salim ditandai dengan wau ketika marfu’ dan ya’ ketika mansub dan majrur.

Contoh:

جَاءَ الطَّالِبُوْنَ مَاهِرُوْنَ– إِنَّ الطَّالِبِيْنَ مَاهِرُوْنَ -بُوْدِى مِنَ الطَّالِبِيْنَ الْمَاهِرِيْنَ

b. Jama’ Muanats Salim

Jama’ muannats salim adalah kata yang menunjukkan makna banyak (lebih dari dua) serta diperuntukkan makna feminim/wanita. Cara pembentukkan katanya dengan ditambahkan alif dan ta’ di akhir dari bentuk mufrad mudzakkar.

Contoh:

(مُسْلِمٌ) مُسْلِمَاتٌ

(طَالِبٌ) طَالِبَاتٌ

Jama’ muannats salim ditandai dengan dhammah ketika marfu’ dan kasrah ketika mansub dan majrur.

Contoh:

جَاءَتِ الْمُسْلِمَاتُ الصَّالِحَاتُ – إِنَّ الْمُسْلِمَاتِ صَالِحَةٌ – زَيْنَبُ مِنَ الْمُسْلِمَاتِ الصَّالِحَاتِ

Jama’ mudzakar salim dan muanats salim biasanya digunakan untuk hal yang berkaitan dengan manusia seperti profesi, status, dll dan biasanya bentuknya isim musytaq.

c. Jama’ Taksir

Jama’ taksir adalah kata yang menunjukkan makna jamak dengan mengubah mufradnya, baik dengan mengurangi huruf, menambahkan huruf, mengubah harakat, atau campuran ketiganya.

Bisa dikatakan perubahan pada jama taksir ini tidaklah beraturan. Berbeda dengan jama’ mudzakar salim dan jama’ muanats salim yang perubahannya hanya di akhir kata, jama’ taksir bisa ditambahkan atau dikurangi di mana saja.

Contoh perubahan jama’ taksir:

Arti

Jamak

Tunggal

Para malaikat

مَلَائِكَةٌ

مَـلَــكٌ

Sekolah-sekolah

مَدَارِسُ

مَدْرَسَةٌ

Para rasul

رُسُلٌ

رَسُوْلٌ

Anak-anak

وِلْدَانٌ

وَلَدٌ

Singa-singa

أُسُدٌ

أَسَدٌ

Pulpen-pulpen

أَقْلَامٌ

قَلَمٌ

Orang-orang kafir

كُفَّارٌ

كَافِرٌ

Penggunaan jama’ taksir paling banyak digunakan untuk isim jamid atau isim simai’. Namun ada sebagian kecil yang digunakan dari isim musytaq.

Ternyata ada isim yang mempunyai bentuk jama’ dalam bentuk jama’ taksir dan juga jama’ mudzakkar salim. Berikut contohnya:

Jama’

Dual

Tunggal

Taksir

Muannats

Mudzakar

أَنْبِيَاءُ

-

نَبِيُّوْنَ

نَبِيَّانِ

نَبِيٌّ

-

مُسْلِماتٌ

مُسْلِمُوْنَ

مُسْلِمان

مُسْلِمٌ

طُلَّابٌ

طَالِباتٌ

طَالِبون

طَالِبان

طَالِبٌ

-

مُدَرِّسات

مُدَرِّسون

مُدَرِّسان

مُدَرِّسٌ

كُفَّارٌ

كَافِرات

كَافِرون

كَافِران

كَافِرٌ

أَيَاتٌ

-

-

أَيَتَانِ

أَيَةٌ

قُلُوْبٌ

-

-

قَلْبَان

قَلْبٌ

أَنْوَارُ

-

-

نُوْرَانِ

نُوْرٌ

مَسَاجِدُ

-

-

مَسْجِدَان

مَسْجِدٌ

مِيَاهُ

-

-

مَاءَانِ

مَاءٌ

نِسَاءٌ

-

-

مَرْأَتَانَ

مَرْأَةٌ

Berikut isim mufrad, mutsana, dan jama’ dalam berbagai keadaan i’rab.

- Isim mudzakkar

I’rab

Jama’

Mutsana

Mufrad

Rafa’

الْمُسْلِمُوْنَ

الْمُسْلِمَانِ

الْمُسْلِمُ

Nashab

إِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ

إِنَّ الْمُسْلِمَيْنِ

إِنَّ الْمُسْلِمَ

Khafadl

مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

مِنَ الْمُسْلِمَيْنِ

مِنَ الْمُسْلِمِ

- Isim muanats

I’rab

Jama’

Mutsana

Mufrad

Rafa’

الْمُسْلِمَاتُ

الْمُسْلِمَتَانِ

الْمُسْلِمَةُ

Nashab

إِنَّ الْمُسْلِمَاتِ

إِنَّ الْمُسْلِمَتَيْنِ

إِنَّ الْمُسْلِمَةَ

Khafadl

مِنَ الْمُسْلِمَاتِ

مِنَ الْمُسْلِمَتَيْنِ

مِنَ الْمُسْلِمَةِ

 Fungsi Krusial Mengenal Ketiganya dalam Memahami Teks

1.      Menentukan Makna Kalimat dengan Tepat Mengenali apakah sebuah kata benda dalam bentuk mufrod, mutsanna, atau jamak akan langsung memengaruhi makna yang kita tangkap.

o    Jika Anda membaca جَاءَ مُدَرِّسٌ, Anda tahu yang datang adalah "seorang guru".

o    Namun, jika Anda membaca جَاءَ مُدَرِّسَانِ, maknanya berubah menjadi "dua orang guru".

o    Sementara, جَاءَ مُدَرِّسُونَ  berarti "para guru" yang datang. Kesalahan dalam mengidentifikasi jumlah dapat mengubah seluruh pemahaman Anda terhadap suatu kalimat.

2.      Memahami Kesesuaian (I'rob) antara Kata Benda dan Kata Kerja Dalam bahasa Arab, kata kerja (fi'il) harus sesuai dengan pelaku (fa'il)-nya dalam hal jumlah dan jenis. Memahami mufrod, mutsanna, dan jamak membantu Anda mengidentifikasi pola ini.

o    Untuk pelaku tunggal (mufrod), kata kerja juga berbentuk tunggal: كَتَبَ الطَّالِبُ  (seorang siswa menulis).

o    Untuk pelaku ganda (mutsanna), kata kerja akan menggunakan pola untuk ganda: كَتَبَ الطَّالِبَانِ  (dua orang siswa menulis).

o    Untuk pelaku jamak (jamak), kata kerja akan sesuai dengan bentuk jamak: كَتَبَ الطُّلَّابُ (para siswa menulis). Mengenali hubungan ini akan sangat membantu Anda dalam menyusun kalimat atau menganalisis struktur kalimat yang ada.

3.      Mengidentifikasi Objek (Maf'ul Bih) Tidak hanya subjek, objek dalam kalimat bahasa Arab juga memiliki bentuk mufrod, mutsanna, dan jamak. Identifikasi yang benar sangat penting untuk menghindari salah tafsir.

o    قَرَأْتُ كِتَابًا  berarti "Aku membaca sebuah buku".

o    قَرَأْتُ كِتَابَيْنِ  berarti "Aku membaca dua buku".

o    قَرَأْتُ كُتُبًا  berarti "Aku membaca buku-buku".

Mengenal dan menguasai konsep mufrod, mutsanna, dan jamak adalah fondasi yang tak tergantikan dalam perjalanan belajar bahasa Arab. Ini bukan sekadar teori, melainkan alat praktis yang secara langsung menentukan seberapa akurat pemahaman Anda terhadap setiap kata, kalimat, dan pada akhirnya, seluruh teks. Dengan menguasai konsep ini, Anda akan mampu membaca Al-Qur'an, hadits, atau literatur Arab klasik lainnya dengan lebih mendalam dan terhindar dari kesalahpahaman. Jadi, jangan pernah remehkan pentingnya membedakan antara satu, dua, dan banyak dalam bahasa Arab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MA BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR 9941 TAHUN 2025

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa intern...