Pendahuluan
Banyak pelajar bahasa Arab, baik di
sekolah, madrasah, maupun perguruan tinggi, sering merasa kesulitan dalam
mempelajari nahwu dan shorof. Kesulitan itu biasanya bukan karena
materinya terlalu sulit, tetapi karena ada kesalahan umum dalam cara belajar.
Artikel ini akan membahas beberapa kesalahan tersebut dan bagaimana cara
menghindarinya agar proses belajar jadi lebih mudah dan efektif.
1. Menghafal Tanpa Memahami
Kesalahan: Banyak siswa hanya
menghafal kaidah nahwu atau wazan shorof tanpa tahu aplikasinya.
Solusi: Jangan hanya hafal, tapi pahami dengan contoh kalimat nyata.
Misalnya, saat mempelajari fi’il madhi كَتَبَ, coba buat variasi kalimat sederhana.
2. Tidak Latihan I’rab Secara Rutin
Kesalahan: Belajar nahwu hanya
dibaca teorinya, tanpa latihan i’rab.
Solusi: Biasakan i’rab ayat Al-Qur’an atau kalimat dari kitab.
Mulailah dari kalimat sederhana, lalu tingkatkan ke yang lebih kompleks.
3. Mengabaikan Shorof Padahal Kunci
Kosakata
Kesalahan: Menganggap shorof
hanya tambahan. Padahal shorof adalah kunci memahami kosakata.
Solusi: Latih tashrif fi’il setiap hari. Contoh: tashrif fi’il ضَرَبَ – يَضْرِبُ – ضَرْبًا untuk memperkaya kosakata.
4. Belajar Terlalu Banyak Materi
Sekaligus
Kesalahan: Ingin cepat bisa,
tapi semua bab dipelajari sekaligus.
Solusi: Fokus bertahap. Selesaikan satu bab (misalnya mubtada’-khabar)
sebelum masuk ke bab berikutnya.
5. Tidak Konsisten dalam Belajar
Kesalahan: Belajar hanya saat
ada ujian, lalu berhenti.
Solusi: Buat jadwal singkat tapi rutin, misalnya 15 menit setiap hari
untuk mengulang nahwu-shorof.
6. Tidak Mengaitkan dengan Kehidupan
Nyata
Kesalahan: Merasa nahwu-shorof
hanya untuk kelas, bukan untuk praktik.
Solusi: Gunakan kaidah nahwu-shorof saat membaca doa, hadis, atau
Al-Qur’an. Ini membuat belajar lebih bermakna.
7. Malu Bertanya Saat Tidak Paham
Kesalahan: Siswa sering diam
meskipun tidak mengerti.
Solusi: Biasakan diskusi dengan guru atau teman. Bertanya bukan tanda
kelemahan, tapi cara memperdalam ilmu.
Kesimpulan
Belajar
nahwu-shorof bisa menjadi mudah jika kesalahan umum dihindari. Kuncinya
adalah:
- Jangan hanya
menghafal, tapi pahami.
- Latih i’rab dan
shorof secara konsisten.
- Fokus bertahap,
bukan serba cepat.
- Kaitkan dengan
kehidupan nyata agar terasa manfaatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar