Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa internasional. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, penguasaan bahasa Arab menjadi sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa jumlah penutur bahasa Arab di dunia terus meningkat secara signifikan, sehingga menjadi salah satu bahasa utama dalam komunikasi global. Kini, bahasa Arab tidak hanya dipelajari untuk studi agama, tetapi juga digunakan dalam bidang ekonomi, pariwisata, politik, dan keamanan global. Bahkan sejak 18 Desember 1973, bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman literatur keagamaan, tetapi juga harus diarahkan pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan.
Pembelajaran bahasa Arab di madrasah
secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan murid memiliki
kecakapan berbahasa, yaitu: (1) mampu mengekspresikan perasaan, pikiran, dan gagasan
secara verbal-komunikatif; (2) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa
Arab dengan baik, sehingga murid menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam
berbagai situasi; (3) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu
agama, pengetahuan umum, dan kebudayaan; serta (4) mampu mengintegrasikan
kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat dan
berbasis nilai-nilai cinta dalam kehidupan. Adapun nilai-nilai cinta dalam pembelajaran bahasa Arab mencakup cinta
Allah dan Rasul-Nya dengan menghayati bahasa AlQur’an dan Hadis, cinta ilmu
melalui semangat belajar yang berkelanjutan, cinta lingkungan dengan memahami
budaya dan kehidupan masyarakat Arab, cinta diri dan sesama manusia melalui penggunaan
bahasa yang santun dan empatik, serta cinta tanah air dengan menjadikan bahasa
Arab sebagai sarana kontribusi positif di tingkat nasional maupun global.
Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang
MI/MTs/MA/MAK diharapkan dapat membantu murid berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi
dalam bahasa Arab sebagai bagian dari life skills, yang proses
pembelajarannya diberikan komposisi 70 persen dan 30 persen untuk kemampuan
lainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa
Arab ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam, pendekatan komunikatif (communicative
approach), pendekatan humanistik (humanistic approach), pendekatan
leksikal (lexical approach), pendekatan struktual (structural
approach), pendekatan berbasis teks (genre-based approach) dan/atau
pendekatan pembelajaran bahasa lainnya yang relevan melalui pemanfaatan beragam
teks (lisan, tulisan, visual, audio visual), serta mencakup teks multimodal
(teks yang mengandung aspek verbal, visual, dan audio).
Dengan demikian, pembelajaran bahasa
Arab tidak hanya berfungsi untuk memahami ajaran agama, tetapi juga menjadi
bekal penting dalam menghadapi tantangan global. Melalui integrasi nilainilai cinta,
pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter,
moderat, serta memiliki daya saing tinggi. Generasi tersebut bukan hanya
terampil berbahasa, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam
dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.
Pembelajaran bahasa Arab di madrasah mempunyai tujuan untuk mempersiapkan murid memiliki kemampuan menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi global dan alat untuk mendalami agama dari sumber autentik yang pada umumnya menggunakan bahasa Arab, melalui proses rantai keilmuan (isnad) yang terus bersambung hingga sumber asalnya yaitu Al-Qur’an dan Hadis.